Tenggarong – Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis menjadi contoh nyata keberhasilan desa dalam mengelola energi terbarukan secara mandiri. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa ini berhasil menjawab kebutuhan energi warga sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pengelolaan PLTS di Muara Enggelam dilakukan secara profesional dan memberikan dampak positif yang terasa langsung oleh masyarakat, mulai dari terpenuhinya kebutuhan listrik harian hingga terbukanya peluang usaha berbasis energi bersih.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara, Arianto, menyampaikan bahwa sejumlah desa di wilayah Kukar mulai menunjukkan kemandirian dalam mengelola sumber daya penting, seperti listrik dan air bersih, melalui BUMDes dan kelompok masyarakat setempat.
“BUMDes yang mengelola harus benar-benar siap dan profesional. Semua itu tergantung kesiapan desa dan kecamatan,” ucapnya, Jumat (9/5/2025).
Keberhasilan Muara Enggelam menjadi acuan bagi desa lain. Setelah sebelumnya BUMDes setempat mengalokasikan dana sebesar Rp400 juta untuk pembelian baterai, dukungan juga datang dari pemerintah melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) sekitar Rp4 miliar pada akhir 2024 untuk peningkatan kapasitas daya listrik.
“Muara Enggelam sudah membuktikan bahwa listrik komunal dapat dikelola desa dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Upaya yang dilakukan desa ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya lokal secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Apa yang telah dilakukan Muara Enggelam ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, listrik komunal bisa menjadi solusi jangka panjang untuk desa-desa lain di Kukar,” pungkasnya.








