Kiper andalan Borneo FC menyangkal anggapan bahwa timnya tidak serius menghadapi kompetisi Super League musim ini. Ia memahami keraguan para pendukung, namun meyakinkan bahwa di balik beberapa hal yang dianggap kurang, persiapan teknis Pesut Etam melampaui yang orang-orang pikirkan.
Jelang bergulirnya Super League musim 2025/26, para pendukung Borneo FC Samarinda dibuat waswas oleh beberapa hal. Sedikitnya ada 4 hal yang menjadi perhatian mereka. Pertama soal bursa transfer, pendukung setia Pesut Etam menilai pergerakan transfer musim ini, khususnya untuk penggawa lokal berpengalaman sangat kurang. Namun seiring waktu, keresahan ini meredup begitu saja.
Kedua, soal rumput stadion. Hingga sepekan jelang laga perdana, rumput di Stadion Segiri belum juga tersentuh. Ini menjadi keluhan setiap hari di berbagai kolom komentar media sosial.
Ketiga soal launching tim. Setiap unggahan baru di media sosial klub rilis, para pendukung mempertanyakan, “Kapan launching tim?” “Enggak ada launching tim nih?” “Borneo serius gak sih?”
Terakhir adalah soal jersey. Mereka juga tanpa bosan menagih kapan jersey baru dirilis. Sebagian tak sabar melihat desain baru karena ingin membeli, sebagian lainnya hanya karena penasaran saja.
Tiga hal terakhir, kini sudah menemui jawaban. Rumput sudah ditata, meski menyisakan kekecewaan dari pendukung. Launching tim tidak dilakukan. Dan jersey telah dirilis. Namun karena baru dilakukan di hari-hari terakhir jelang bergulirnya laga perdana, keraguan atas keseriusan manajemen Borneo FC masih tersisa sampai sekarang.
Perbedaan Persiapan Teknis dan Non Teknis
Setiap klub sepak bola memiliki beberapa divisi. Yang paling besar tentu divisi sepak bola. Yang berisikan pemain, tim pelatih, analis, hingga kitman. Lalu divisi medis, mencakup dokter dan fisioterapi. Divisi media, finansial, legal, marchendise, dan beberapa divisi lainnya. Semua divisi itu di bawah naungan manajemen dan direksi klub.
Nah, setiap divisi, setiap awal musim melakukan persiapannya masing-masing. Dalam konteks Borneo FC, divisi yang masuk kategori teknis, terlihat sangat serius. Sementara divisi non teknis, dari sudut pandang orang luar tim, memang terlihat mengalami beberapa kendala.
Hal-hal yang dari luar terlihat tidak siap di antaranya: kepastian pengelolaan Stadion Segiri yang belum benar-benar jelas setelah direnovasi. Sehingga mengakibatkan perawatan rumput dan peningkatan lampu terkendala berlarut-larut. Tentu ini di luar kendali manajemen Borneo FC. Karena sebagai pengguna, mereka saat ini memiliki banyak keterbatasan.
Selanjutnya adalah jersey. Baru dirilis 3 hari jelang laga perdana. Menimbulkan keraguan apakah saat laga kandang hari ini (Jumat), jersey baru sudah bisa dibeli atau belum. Ditambah, tidak ada sponsor utama di bagian depan jersey. Membuat pendukung merasa khawatir sekaligus mendapat jawaban mengapa pergerakan transfer Pesut Etam tidak se-sat-set biasanya.
Sementara divisi media, penjualan tiket, hingga persiapan pertandingan terpantau aman dan berjalan lancar. Launching tim? Ah, ada tidaknya launching tim sama sekali tidak menjadi parameter keseriusan sebuah tim.
Lain persiapan non teknis, lain pula dengan persiapan teknis yang tidak mengundang komplain. Para pendukung cukup puas dengan kinerja tim, dan berharap bisa langsung mendapat hasil sempurna di pertandingan perdana.
Pernyataan Nadeo Argawinata
Sebagai pemain, Nadeo berada di lingkup teknis. Apa yang ia dapatkan maupun yang jadi tanggung jawabnya hanyalah berlatih dan bertanding. Maka ketika ditanya soal keseriusan timnya, ia dengan tegas menjawab bahwa persiapan teknis timnya sangat serius. Sedangkan persiapan non teknis, itu bukan kewenangannya, dan secara pribadi pun, ia tak memiliki keluhan berarti. Alias, beberapa keterlambatan dan kekurangan masih dalam batas kewajaran. Tidak sampai memengaruhi konsentrasi tim sepak bola Borneo FC.
“Untuk persiapan tim, kami telah melakukan sesi pramusim yang komplet. TC di Jogja selama 3 minggu, menjalani 5 laga uji coba. Dan selama pramusim itu, kami sedikit sekali mendapat libur. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kerasnya persiapan kami. Betapa seriusnya kami semua.”
“Saya rasa, kami sebagai pemain bukan hanya bekerja untuk Borneo FC saja, tapi juga untuk diri sendiri dan keluarga. Lewat Borneo FC, kami ingin membuat bangga Kota Samarinda dan diri kami sendiri.”
“Jadi mana mungkin kami tidak serius menghadapi kompetisi kali ini.”
“Untuk jersey segala macam, saya pribadi tidak terlalu memusingkan soal itu. Yang penting bagaimana pemain bekerja keras di lapangan untuk memberikan yang terbaik.”
“Untuk rumput, itu bukan urusan pemain maupun pelatih. Saya rasa kami bekerja di bidang masing-masing. Kalau kualitas rumputnya bisa diperbaiki lagi, tentu bagus ya. Tapi masalah rumput tidak mengubah cara pandang pemain menghadapi pertandingan. Kami akan menggunakan lapangan yang sama, bola yang sama dengan lawan, jadi tidak ada keluhan lebih berarti lagi. Kami akan bekerja keras di pertandingan dan semoga meraih hasil bagus,” jelasnya di sesi konferensi pers pra pertandingan, Kamis pagi. (has)








