Tenggarong – Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas anggaran tahun 2024, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, kembali menegaskan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah terhadap tenggat waktu penyelesaian administrasi. Hal ini disampaikan dalam forum Ngapeh Hambat yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Senin (25/11).
Ditemani jajaran pejabat tinggi seperti Asisten I Akhmad Taufik Hidayat, Asisten III Dafip Haryanto, Kepala BPKAD Sokotjo, dan Plt Kepala Bappeda Syarifah Vanessa Vilna, Sekda mengingatkan bahwa realisasi anggaran dan penyelesaian administrasi menjadi indikator utama kinerja pemerintah daerah.
Komitmen Pemkab Kukar
Dalam diskusi pagi yang mengundang seluruh kepala OPD, camat, dan kepala bagian, baik secara langsung maupun virtual, Sekda menegaskan bahwa evaluasi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan capaian kinerja optimal hingga akhir tahun 2024.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan, baik fisik maupun keuangan, berjalan sesuai rencana. Tidak hanya untuk mengejar target 2024, tetapi juga untuk mempersiapkan dasar yang kokoh bagi agenda 2025,” ujar Sunggono.
Ia menekankan bahwa setiap perangkat daerah harus memprioritaskan penyelesaian administrasi sebelum tenggat waktu 15 Desember 2024. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang dapat mengganggu kredibilitas pengelolaan keuangan daerah.
Tantangan dan Harapan
Meski masih ada hambatan dalam pelaksanaan program, termasuk dalam hal koordinasi lintas sektor, Sekda yakin bahwa forum Ngapeh Hambat dapat menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi konkret. Ia mengingatkan para pimpinan OPD dan camat untuk taat aturan dan menyelesaikan tanggung jawab mereka tanpa ada bias proses.
“Administrasi yang tertunda akan menjadi beban di kemudian hari. Karena itu, saya meminta setiap OPD dan camat untuk bekerja lebih proaktif, sehingga tidak ada kendala yang menghambat realisasi kegiatan,” tambahnya.
Paparan Penting dari BPKAD dan Bappeda
Forum ini diawali dengan pemaparan dari Kepala BPKAD Kukar, Sokotjo, yang menguraikan realisasi anggaran hingga kuartal terakhir tahun ini. Sokotjo menyoroti pentingnya sinergi antar-instansi untuk mencapai serapan anggaran yang optimal.
Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Kukar, Syarifah Vanessa Vilna, memaparkan pentingnya perencanaan yang matang agar realisasi anggaran dapat berjalan sesuai timeline. Ia juga mengajak semua pihak untuk fokus pada efisiensi dan efektivitas program demi menghindari pengeluaran yang tidak terencana.
Forum Ngapeh Hambat ini menjadi pengingat penting bagi seluruh perangkat daerah di Kabupaten Kukar. Dengan sisa waktu yang ada, Sekda berharap semua pihak dapat menyelesaikan tugasnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“15 Desember bukan hanya sekadar tenggat waktu, tetapi juga momen evaluasi bersama untuk menunjukkan komitmen kita terhadap pelayanan publik dan pengelolaan keuangan yang akuntabel,” pungkas Sunggono.
Melalui langkah-langkah konkret dalam forum ini, Pemkab Kukar berupaya memastikan roda pemerintahan berjalan optimal, tanpa ada hambatan administratif yang dapat mengganggu target pembangunan daerah.








