Arief paham bahwa olahraga bisa dipadukan dengan pariwisata. Karena itu, Berau bisa didorong untuk sampai pada titik itu. Sebab, ada banyak spot pariwisata yang bagus di Berau. Tujuannya, tentu untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Elton Wada – Berau
Mediaetam.com – Hari masih subuh. Matahari belum juga muncul di Tepian Teratai, Jalan Pulau Derawan, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Namun, ribuan peserta sudah memadati jalan itu ketika warga lain masih terlelap. Bahkan, ada juga yang sudah tiba sejak pukul 03.00 Wita.
Peserta-peserta itu tidak hanya berasal dari Berau. Ada juga yang berasal dari Bulungan dan Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) serta dari luar Indonesia.
Mereka datang dan mendaftarkan dirinya untuk mengikuti acara Siaga Run 5K yang digelar oleh PT Berau Coal dalam rangka memeringati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N).
Suasana Sabtu, (11/03/2023) itu, memang sedikit berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya, teristimewa sejak Kabupaten Berau telah menyandang gelar daerah nol covid-19.
Di garis start, sudah siap 3.000-an peserta yang hendak mengadu kelenturan kakinya masing-masing.
Sekitar pukul 07.30, perlombaan olahraga lari itu pun dimulai. Setiap peserta berjuang untuk bisa meraih juara.
Setelah tepian itu agak lengang, tak berselang lama sudah muncul kembali di garis finish, seorang pria ramping dengan Nomor Dada 5082.

Pria itu bernama Pratu Hisyam dari Kodim 0902/BRU, Kabupaten Berau. Dengan durasi lari 17 menit, Hisyam berhasil mencatatkan dirinya sebagai juara satu Kategori Men’s Open.
“Untuk menjuarai perlombaan memang butuh persiapan. Kalau tidak ada persiapan memang tidak bisa,” ungkapnya.
Setelah Hisyam, bermunculan pula peserta lain yang mencatat namanya sebagai juara dari berbagai kategori yang disiapkan panitia.
Evlin Silaban dari Kategori Women’s Open juga tidak ingin kalah. Jauh-jauh dari Tarakan, Kalimantan Utara, dia ingin mempertahankan gelar juara yang telah disabetnya berturut-turut dua tahun sebelumnya.
“Saya senang, karena kali ini merupakan kali ketiga saya tampil di podium dan meraih juara satu,” celetuk perempuan bernomor dada 6125 itu.
Senada dengan Hisyam, Evlin mengungkapkan bahwa tak ada juara tanpa adanya persiapan yang cukup.
Bahkan bergabung di grup lari menjadi salah satu medium yang perlu dimiliki jika ingin memenangkan perlombaan lari.
Selain itu, diperlukan juga sedikit pengalaman di bidang yang sama pada event-event lainnya.
“Saya pernah ikut lari juga. Tapi bukan di sini. Di Kaltara,” sambungnya dengan senyum sumringah.

Event lari 5K yang digelar perusahaan tambang batu bara itu sebenarnya sudah dilaksanakan lima kali dan hampir digelar setiap tahun.
Namun, ketika pandemi covid-19 melanda dunia dan menerjang Berau pada 2020 lalu, kegiatan itu terpaksa dihentikan sementara.
Secara internal, fokus kegiatan lari yang disponsori PT Berau Coal dimaksudkan untuk mendukung kesehatan para pekerja dan mitra kerjanya.
“Tetapi kami selenggarakan juga untuk umum, untuk membudayakan kesehatan masyarakat di Berau,” imbuh Operation & HSE Director PT Berau Coal, Arief Wiedhartono.
Arief menilai bahwa masyarakat Berau sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Sebab, kegiatan itu tidak hanya bersifat reflektif karena berorientasi pada juara dan persiapan yang mengitarinya, tetapi juga bersifat refreshing.
“Kegiatan ini juga menjadi rekreasi masyarakat di Berau. Semoga dengan event yang dilakukan, masyarakat Berau lebih semangat lagi dalam berolahraga dan semakin banyak yang tertarik untuk ikut,” sambungnya.
Bernada futuristik, Arief menegaskan bahwa Berau Coal akan selalu mendukung program-program yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Berau.
Khusus di bidang pariwisata, Arief hendak menggabungkan olahraga dengan pariwisata.
“Saya kira banyak spot pariwisata yang bagus. Kita juga sedang pelajari. Di tempat lain spot pariwisata itu digabungkan dengan olahraga.
Biar wisatawan lebih banyak. Ya mudah-mudahan tahun depan kita bisa lakukan,” gagasnya.
Di bidang kesehatan, event lari 5K yang diselenggarakan PT Berau Coal dalam peringatan BK3N itu juga menjadi barometer bahwa Berau saat ini sudah aman dari pandemi.
“Jadi, sudah sangat aman. Di alam terbuka, kita juga lihat tadi bebas masker. Udara di pinggir sungai juga bagus.
Semoga kegiatan ini juga bisa dilaksanakan pada tiap-tiap kecamatan,” lanjut Asisten I Setkab Berau Bidang Pemerintahan, Hendratno.
Hendratno bangga bahwa PT Berau Coal bisa menyelenggarakan event yang dirindukan masyarakat, khususnya pelari itu.
Menurutnya, olahraga lari memang luar biasa karena mengolah seluruh tubuh. Selain itu, perlombaan itu juga menegaskan bahwa Berau Coal sedang mengolah semangat masyarakat.
“Saya melihat kegiatan ini patut dicontohi oleh perusahaan lain karena kegiatan itu juga membumikan olahraga dan silaturahmi,” tandasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Berau, Madri Pani, pun berharap agar kegiatan itu dapat terus dilaksanakan.
“Semoga Berau Coal tetap eksis dan semangat memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
Karena bagaimanapun juga pendapatan asli daerah (PAD) kita tergantung pada PT Berau Coal, 60 persen,” kuncinya. (Adv)








