Pelajar SMAN 1 Tenggarong Akan Ikuti Lomba Duta Pelajar Sadar Hukum

SMAN 1 Tenggarong (Indah, Mediaetam.com)
SMAN 1 Tenggarong (Indah, Mediaetam.com)

Mediaetam.com, Kukar – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar tengah mempersiapkan pelajar asal SMAN 1 Tenggarong untuk mengikuti lomba Duta Pelajar Sadar Hukum yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur dan Kejaksaan Tinggi Samarinda.

Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Kukar Zainul Effendi Joesoef mengatakan bahwa dalam mempersiapkan para pelajar, pihaknya akan memberikan materi terkait literasi media dalam praktik sosial dan kaitannya dengan regulasi dan sanksi hukum.

“Tim Kukar Diskominfo Kukar akan menyajikan materi tentang bubble filter, echo chamber dan aftermathnya, cyberghetto terkait pengisian data saat mencari di search engine atau saat mengisi formulir saat mengaktifkan aplikasi,” ucap Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Kukar Zainul Effendi Joesoef. Jumat, (2/6/2023).

Selain itu, juga pihaknya menyampaikan pentingnya rasionalitas, nilai-nilai sosial dan agama yang kuat seperti empati, kasih sayang, dan altruisme, serta pengetahuan dan kesadaran hukum saat menggunakan media internet. Ini menjelaskan UU Keterbukaan Informasi Publik, UU Teknologi Informasi, dan UU Perlindungan Data Pribadi yang melindungi data pribadi warga negara.

Menurutnya, dalam penggunaan media atau internet sangat penting untuk memahami sebuah informasi, terutama hoax yang terdiri dari misinformasi dan disinformasi. Juga perlu diingat bahayanya melakukan share, mengunjungi situs website atau account yang potensial membahayakan secara psikologis, ekonomi, moral, dan politik.

“Dalam menggunakan media perlu keterampilan untuk memahami dan mengetahui peran dari media itu sendiri, guna menghindari resiko negatif dari penggunaan media,” sebutnya.

Diketahui, ada tujuh peserta dari Kelas 10 dan Kelas 11 asal SMAN 1 Tenggarong yang akan mengikuti Lomba Duta Pelajar Sadar Hukum dan dipimpin oleh guru PPKN Sri Sahid.

“Kami juga melakukan diskusi bersama dengan contoh kejadian aktual, sehingga memudahkan para siswa memahami realitas dan risiko yang muncul dalam praktik penggunaan media sosial,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait