TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan keseriusannya dalam mencetak tenaga kerja lokal yang terampil dan siap bersaing di dunia industri. Salah satunya lewat kegiatan Pelatihan Basic Operator Batch 2 yang resmi ditutup oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Taufik Hidayat, di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan hasil kerja sama antara Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) ini menjadi bagian penting dari Program Kukar Siap Kerja, yang termasuk dalam 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik yang diusung Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
Bupati Aulia yang diwakili Akhmad Taufik menyampaikan apresiasi tinggi kepada Distransnaker Kukar dan PT BUMA atas terselenggaranya pelatihan yang memberi kesempatan bagi masyarakat Kukar untuk meningkatkan keterampilan kerja. Menurutnya, program seperti ini adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kualitas SDM daerah.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, terutama PT BUMA dan Distransnaker Kukar. Kolaborasi ini penting untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal,” ucapnya.
Dukungan Maksimal Perusahaan Mitra
Tak hanya Distransnaker dan PT. BUMA, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) yang berperan dalam memfasilitasi jalannya pelatihan. Dukungan lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pembangunan SDM di Kukar adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Kukar Siap Kerja merupakan bagian penting dari 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam pilar peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Tujuan kami jelas, yakni agar masyarakat Kukar tidak hanya jadi penonton, tapi ikut berperan langsung di sektor-sektor strategis seperti pertambangan dan energi,” tegasnya.
Menariknya, PT BUMA juga memberikan dukungan nyata berupa dana senilai Rp 5,7 miliar untuk pelaksanaan pelatihan ini. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan sarana, fasilitas, dan kesejahteraan peserta selama pelatihan berlangsung.
“Dukungan ini sangat berarti bagi pemerintah dan masyarakat, karena menunjukkan komitmen dunia usaha terhadap pengembangan SDM lokal,” lanjutnya.
Tingkatkan Daya Saing Pekerja Lokal
Kepada para peserta pelatihan, Taufik berpesan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh tidak hanya disimpan, tapi juga diterapkan dengan penuh tanggung jawab di tempat kerja nanti. Ia berharap lulusan pelatihan ini menjadi contoh tenaga kerja yang disiplin, beretika, dan profesional.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Distransnaker Kukar, Lukman, menjelaskan pelatihan Basic Operator Batch 2 diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kecamatan di Kukar.
“Kami ingin memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi teknis sekaligus sertifikasi resmi, agar mereka bisa langsung terserap di perusahaan mitra seperti PT BUMA,” ujarnya.
Semangat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik. (Nur/Adv/Prokom Kukar)








