Perhatikan Isu Sampah di Lautan Berau

Pemandangan sebelum pesawat mendarat di Pulau Maratua (Opy/Mediaetam.com)
Pemandangan sebelum pesawat mendarat di Pulau Maratua (Opy/Mediaetam.com)

ISU penanganan sampah harus mendapat perhatian lebih. Sebab, banyak petaka berasal dari sampah, apalagi di wilaya lautan. Maka dari itu, perlu sosialisasi Pengelolaan Sampah di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Kabupaten Berau.

Melansir laman Pemprov Kaltim, Fungsional Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda DKP Kaltim Yuliana Nidyasari mengatakan ekosistem laut dan pesisir merupakan kawasan penting yang harus dijaga bersama, terutama dari pencemaran sampah.

“Sampah utamanya yang tidak dapat terurai yaitu plastik, ini dapat merusak ekosistem makhluk hidup di laut. Imbasnya membuat hasil tangkapan ikan menurun,” ucap Yuli saat membacakan sambutan kepala DKP di Kantor Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kampung Tanjung Batu, Rabu (9/10).

Menurutnya, Sampah plastik merupakan komponen paling sulit diurai oleh proses alam menyebabkan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup serta ekosistem perairan.

Pada kesempatan itu juga, Yuli berharap kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir agar peduli terhadap lingkungan serta mendorong masyarakat berperan dalam pengendalian pencemaran dengan memilah sampah organik dan non organik guna mendapatkan nilai ekonomi dan pemanfaatannya.

“Semoga melalui kegiatan ini para peserta yang hadir dapat berkontribusi aktif dalam mencegah kerusakan ekosistem untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di laut,” tutur Yuli. (mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait