Mediaetam.com, Kukar – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) gelar Dialog Pencegahan Redakalisme dan Terorisme. Dihadiri puluhan siswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh TNI, pemerintah daerah, ormas, akademisi, dan masyarakat umum, Jumat (30/12/2022) di Mapolres Kukar, Tenggarong.
Radikalisme merupakan musuh utama bagi keberlangsungan suatu bangsa dan negara. Radikalisme muncul dari situasi masyarakat yang kurang memiliki pemahaman akan intolenransi radikalisme, dan kurangnya pemahaman agama.
Kegiatan dialog pencegahan radikalisme dan terorisme ini bertujuan agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi generasi muda.
Sehingga, gambaran tentang radikalisme dan terorisme dapat dipahami dan juga upaya untuk mencegahnya.
Kapolres Kukar, AKBP Hari Rosena mengatakan, target terorisme adalah kalangan generasi muda, yang patut diwaspadai dari gerakan ini adalah pengaruhnya yang dapat menginspirasi siapapun untuk melakukan kekerasan dan aksi teror di manapun berada.
Penggunaan agama sebagai topeng perjuangan politik bagi mereka telah berhasil mempercayai dan meracuni pikiran generasi muda. Dengan kegiatan ini paling tidak, dapat memberikan pemahaman dan pencegahan.
“Ketika ada gerakan yang mengarah kepada radikalisasi harus kita cegah dan antisipasi agar tidak berkembang dan meluas. Karena bila hal ini tidak kita cegah, maka akan mempengaruhi berbagai upaya kita untuk meningkatkan daya saing bangsa. Karena paham radikalisme dan terorisme adalah sesuatu yang amat membahayakan,” jelas Kapolres Kukar, AKBP Hari Rosena.
Salah satu narasumber kegiatan ini, eks Anggota Polri dan eks Narapidana Terorisme, Ustadz M. Sofyan Tsauri mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk imunitas terhadap terorisme dan radikalisme. Menarget kaum muda, Sofyan yakin kegiatan ini dapat menjaga masyarakat agar tidak mudah terpapar pada paham-paham toleransi radikal.
“Seorang teroris itu tidak ucuk-ucuk melakukan aksi terorisme, sebelum mempunyai paham-paham intolen radikal. Acara-acara seperti ini bukan saja memberikan imunitas, tapi juga memberikan informasi penting, betapa ini sangat berbahaya tidak mengenal status sosial, pendidikan, dan sebagainya,” kata Utadz M.Sofyan Tsauri (Ex Anggota Polri dan Ex Narapidana Terorisme).
![Utadz M.Sofyan Tsauri (Eks Anggota Polri dan Eks Narapidana Terorisme). [Indah/Mediaetam.com]](https://mediaetam.com/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-30-at-17.05.50.jpeg)
“Menjadi sebuah perhatian, Kaltim harus steril dari paham-paham radikalisme. Dan harus diwaspadai di daerah perbatasan pintu masuk antara jalur-jalur ke luar negeri. Keamanan harus ketat agar tidak ada celah,” tutup Sofyan. (Indah Hardiyanti)
Editor: Maulana








