Program Prioritas Pemda Berau 1.000 Titik Wifi Gratis Akan Diselesaikan Tahun 2023

Kepala Dinas Kominfo Berau, Didi Rahmadi. [Elton Wada / Mediaetam.com]
Kepala Dinas Kominfo Berau, Didi Rahmadi. [Elton Wada / Mediaetam.com]

Mediaetam.com, Berau – Pemerintah Daerah Kabupaten Berau dalam hal ini Dinas Kominfo menargetkan akan menyelesaikan pembangunan program prioritas 1.000 titik Wifi gratis pada tahun 2023 ini.

Dari 1.000 titik itu, sudah dibangun 520 titik Wifi gratis pada sejumlah wilayah di Kabupaten Berau. Karena itu, masih tersisa 480 titik yang belum dibangun.

“Sehingga akhir tahun ini, program prioritas kepala daerah untuk 1.000 Wifi gratis itu sudah tercover semua,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Berau, Didi Rahmadi kepada media ini usai Musrenbang Kecamatan Sambaliung, Kamis (9/3/2023).

Fokus pembangunan itu, ungkap Didi, akan dimulai dengan pembangunan di wilayah pesisir, mulai dari daerah Tabalar sampai Biduk-Biduk.

“Karena tahun kemarin wilayah pesisir belum ada kabel Fiber Optik (FO) maka tahun ini pembangunan titik Wifi gratis akan dibangun juga di wilayah itu,” paparnya.

Walaupun wilayah pesisir menjadi fokus dan prioritas pembangunan, hal itu tidak berarti bahwa wilayah lain tidak tercover.

“Tahun ini, semoga semua kampung sudah tercover. Termasuk wilayah Suaran,” sambungnya.

Secara khusus, untuk beberapa daerah yang belum dilalui oleh FO akan dibangun pula Very Small Aperture Terminal (VSAT) sebagai penggantinya.

“Ada enam kampung kalau tidak salah yang akan menggunakan VSAT,” imbuhnya.

Didi pun menerangkan bahwa untuk pembangunan 480 titik Wifi gratis yang tersisa itu diperlukan anggaran dari APBD Berau sejumlah Rp 2,7 miliar.

Setelah dibuatnya perhitungan dan atau kalkulasi, anggaran itu diyakini cukup walaupun pembangunan VSAT dinilai lebih mahal dari FO.

“Karena VSAT itu kan harus ada tower dan jaringan,” terangnya.

Selain menggunakan anggaran dari daerah, pembangunan titik Wifi gratis itu akan dibantu juga oleh provinsi dan pusat.

Bantuan dari provinsi itu, untuk pembangunan pada dua titik. Sedangkan dari pusat akan menyasar di wilayah Kelay.

“Di Kelay itu kemarin kendala VSAT yang XL itu ada yang solar cellnya terbakar. Saya lupa kampung itu.

Kemudian karena memang kekuatan signalnya kecil hanya 5 Mbps,” tandasnya.

Didi menambahkan bahwa pembangunan program strategis pemerintah daerah yang belum menyasar pada sejumlah daerah itu, bukan karena luput dari perhatian.

Titik-titik itu belum disentuh karena perlu menunggu gilirian. Sebab, ada banyak kendala yang ditemukan di lapangan ketika pembangunan itu hendak direalisasikan.

Kendala-kendala itu seperti kapasitas jaringan, jumlah pengunjung yang banyak, dan masalah jaringan listrik yang mati-hidup hingga membuat signal tidak stabil.

“Kendala itu cukup mengganggu, sehingga pada beberapa tempat kabel powernya tidak cukup pas,” kuncinya. (*/Elton Wada)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait