Sudah Siapkan Lahan Desa, Sei Bebanir Bangun Minta Didirikan Taman Budaya

Kepala Kampung Sei Bebanir Bangun, Muhammad Rasatkan (kanan) saat bersama Bupati Berau, Sri Juniarsih (kiri) pada agenda Musrenbang Kecamatan Sambaliung, Kamis (9/3/2023). [Christian / Mediaetam.com]
Kepala Kampung Sei Bebanir Bangun, Muhammad Rasatkan (kanan) saat bersama Bupati Berau, Sri Juniarsih (kiri) pada agenda Musrenbang Kecamatan Sambaliung, Kamis (9/3/2023). [Christian / Mediaetam.com]

Mediaetam.com, Berau – Kampung Sei Bebanir Bangun mengusulkan pendirian taman budaya saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sambaliung Tahun Anggaran (TA) 2024.

Hal itu diungkapkan Kepala Kampung Sei Bebanir Bangun, Muhammad Rasatkan ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan usulan-usulan masyarakat di Kantor Kecamatan Sambaliung, Kamis (9/3/2023).

Dirinya menyebut pendirian taman budaya merupakan usulan prioritas yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Pasalnya, masyarakat telah menyiapkan lahan desa seluas 13 Ha.

“Dari total luas lahan itu, rencananya akan kami garap untuk 3 kawasan, yaitu gedung perkantoran, lapangan sepak bola, dan taman budaya,” ungkapnya saat ditemui media ini.

Dirinya pun mengklaim bahwa status lahan tersebut sudah diurus oleh masyarakat, terutama mengenai sertifikasi lahan.

Bahkan, pada tahun ini akan dilakukan inventarisasi lahan kas desa demi menggarap taman budaya yang direncanakan akan berdiri di atas lahan seluas 2 Ha.

Pada kesempatan itu, Rasatkan menerangkan bahwa latar belakang pendirian taman budaya tak lain untuk menjaga keaslian adat di Kampung Sei Bebanir Bangun.

Pasalnya, rencana itu sudah menjadi program baginya untuk mewujudkan Kampung Sei Bebanir Bangun sebagai Kampung Adat.

“Artinya, mulai dari adat istiadat hingga budaya akan diutamakan. Kami mau angkat itu sebagai komoditas budaya,” terangnya.

Tak dimungkiri, Rasatkan menargetkan bahwa dirinya ingin menghadirkan konsep Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang ada di Jakarta untuk dibawa ke Kampung Sei Bebanir Bangun.

Sehingga, bukan hanya suku lokal Berau saja yang menikmati, melainkan juga suku-suku lain yang ada di wilayah Kabupaten Berau.

“Untuk role modelnya, kami ingin wujudkan seperti di TMII. Maksudnya, nanti di sana juga ada rumah adat dari berbagai suku, mulai dari Dayak, Bajau, Banua, Jawa, hingga Toraja.

Lokasinya akan dijadikan satu sehingga masing-masing paguyuban bisa mengeksplor dan melestarikan budayanya, sehingga menjadi komoditas wisata,” jelasnya.

Dirinya pun berharap Pemkab Berau dapat segera merealisasikan usulan tersebut. Pasalnya, minimal ada satu usulan dari pihak kampung yang wajib direalisasikan.

“Nanti untuk usulan anggaran nilainya tergantung dari konsultan. Biar mereka saja yang menghitung item-item yang kami inginkan di dalam taman budaya itu,” pungkasnya. (*/Christian)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait