Saat Ikan-Ikan Bisa Menghidupi Warga Muara Enggelam

Suasana di Desa Muara Enggelam
Suasana di Desa Muara Enggelam

Mediaetam.com, Kukar – Hampir 95 persen masyarakat di Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis yang berprofesi sebagai nelayan dan berpenghasilan dari sektor perikanan.

Kepala Desa Muara Enggelam, Madi mengatakan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari, masyarakat Muara Enggelam setiap harinya mencari ikan di sungai. Dari hasil tangkap ikan dalam satu harinya masyarakat bisa menghasilkan ratusan ribu rupiah.

Bacaan Lainnya

“Dalam sehari pendapatan nelayan tidak bisa diprediksi, jika hasil dari tangkapannya melimpah bisa mencapai jutaan rupiah dan jika hasil tangkapannya sedikit maka mereka menyimpan ikan itu dulu, yang nantinya akan dipasarkan ke Tenggarong dan Samarinda,” ungkap Kepala Desa Muara Enggelam, Madi. Sabtu, (27/5/2023).

Selain itu, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan pun beragam mulai dari ikan baong, jelawat, rempang, dan ikan sungai lainnya. Kemudian diolah menjadi berbagai macam produk, salah satunya menjadi ikan asin, dan ikan asin itu dipasarkan hingga ke luar daerah.

Sementara, untuk dukungan yang diberikan oleh pemerintah desa terhadap sektor perikanan yakni, dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana perikanan. Seperti, seperti alat tangkap ikan, perahu ces, mesin ces, dan lainnya.

Namun, Madi mengungkap masih ada kendala yang dihadapi oleh para nelayan, yaitu kesulitan dalam mencari ikan di perairan sungai karena masih ada oknum curang yang melakukan kegiatan ilegal fishing.

“Kasihan nelayan kami akibat ulah oknum yang menangkap ikan menggunakan alat yang tidak wajar, mereka jadi kesulitan untuk mencari ikan. Semoga ini bisa diatasi nantinya,” ucapnya.

Dirinya berharap, kepada pemerintah daerah agar ada penegakkan hukum terhadap masyarakat yang melakukan kegiatan ilegal fishing. Sehingga kegiatan tangkap ikan tidak dikuasai oleh sejumlah kelompok saja, melainkan semua berhak melakukan tangkap ikan dengan cara yang sesuai standar.

“Pemerintah daerah bisa memonitoring langsung kegiatan tersebut dan juga memsosialisasikan bahwa ilegal fishing sangat berdampak negatif pada para nelayan bahkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait