Saipul Targetkan Air Masuk Pulau Derawan Akhir 2024

Dirut Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman. [Elton Wada / Mediaetam.com]
Dirut Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman. [Elton Wada / Mediaetam.com]

Mediaetem.com, Berau – Hingga saat ini masyarakat di Kecamatan Pulau Derawan belum menikmati air bersih dari Perumda Air Minum Batiwakkal.

Untuk memenuhi kebutuhan akan air sehari-sehari, masyarakat di kecamatan itu masih mengandalkan air dari sumur bor dan air hujan.

Karena itu, pengadaan instalasi pengelolaan air bersih di kecamatan yang menjadi salah satu unggulan pariwisata Kabupaten Berau ini, sangat diperlukan.

Menyikapi persoalan itu, Camat Pulau Derawan, Syamsudin, sudah membangun komunikasi dengan Dirut Perumda Air Minum Batiwakkal.

Sesuai hasil diskusi dengan pihak PDAM, pipa akan dipasang mulai dari Merancang menuju Kasai, Semanting, Tanjung Batu, dan Pulau Batumbuk.

“Jika jadi, untuk ke Pulau Batumbuk akan dipasang pipa atau kran di Usiran. Jadi, mereka mengambil air dari situ,” ungkapnya, pada saat Musrenbang Kecamatan Pulau Derawan, Senin (6/3/2023).

Selama ini, masyarakat di Pulau Batumbuk biasanya mengambil air dari Gunung Padai yang mahal harganya, dengan 1 tandon sekitar Rp 100.000.

“Semoga sudah selesai sebelum masa bakti bupati dan wakil bupati,” pinta Syamsudin.

Dirut Perumda Air Minum Batiwakkal Saipul Rahman saat ditemui media ini, Senin (6/3/2023), menegaskan bahwa masalah air bersih di wilayah itu sedang dalam proses.

Bahkan, pembangunan instalasi pengelolaan air bersih di wilayah itu pun sudah ada dalam rencana induk SPAM di DPUPR Kabupaten Berau.

Pada tahun ini, akan dikucurkan juga anggaran dari Kementerian PUPR untuk membangun intake, reservoir, serta jaringan pipa.

“Resorvoir sudah ada di kementerian. Sudah lelang. Kami tinggal support untuk dokumen lingkungan dan pengadaan lahan.

Harapan kita reservoir ini lebih besar agar bisa melayani air sampai ke Tanjung Batu,” sambungnya.

Untuk pembangunan intake dan reservoir ini, sudah disiapkan pula lahan kurang dari satu hektare di wilayah Merancang, Melati Jaya.

Hanya masih ada kendala soal anggaran terutama anggaran untuk distribusi. Pasalnya, anggaran yang dikucurkan oleh kementerian hanya difokuskan untuk produksi air.

“Distribusinya perlu lagi. Distribusi ini yang rencana kita akan didanai DPUPR Berau atau dari provinsi. Kalau dari provinsi harapan kita nanti bisa Rp 63 miliar.

Anggaran itu akan digunakan untuk menghubungkan pipa dari Merancang sampai Tanjung Batu. Tentu dengan jalan tembus yang baru. Karena itu lebih pendek,” jelasnya.

Jika segala proses berjalan lancar, Saipul menargetkan pada akhir tahun 2024, masyarakat Kecamatan Pulau Derawan sudah bisa menikmati air dari PDAM. (*/Elton Wada)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait