SAMARINDA – Pj gubernur Kaltim Akmal Malik menawarkan bantuan untuk pembangunan terowongan yang Pemkot Samarinda lakukan. Meski proyek terowongan samarinda ini dilakukan oleh Pemkot Samarinda, menurut Akmal, Pemprov Kaltim bisa memberikan bantuan jika diperlukan.
“Jika Samarinda membutuhkan dukungan dari provinsi, maka provinsi wajib membantu,” tegas Akmal dalam keterangan tertulis Pemprov Kaltim.
Dia memaparkan, masyarakat Samarinda itu masyarakat Kaltim juga. Jadi, persoalan Samarinda adalah persoalan Kaltim juga. Mengingat, pembangunan terowongan ini, digadang-gadang akan mengurai kemacetan di kawasan Jalan Otto Iskandardinata (eks Jalan Tenggiri), khususnya di kawasan Gunung Manggah. Apalagi, kecelakaan kerap terjadi di tanjakan ini, termasuk kendaraan bermuatan berat yang seringkali tidak mampu menanjak atau muatannya tertumpah ke jalan dan membahayakan pengendara lainnya.
Proyek terowongan Samarinda ini, sambung Akmal sudah tentu akan membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas yang biasa terjadi pada pagi hari dan sore hari. Pagi hari, banyak masyarakat menuju pusat kota dari arah Sambutan, Anggana, Palaran dan Sangasanga.
Sedangkan sore hari, kemacetan juga biasa terjadi hingga Jembatan 2 (Sungai Dama) akibat arus pulang para pekerja dan pegawai.
Untuk diketahui, proyek ini diresmikan Wali Kota Andi Harun pada Jumat, 19 Januari 2023 dan diperkirakan rampung tahun ini (18-22 bulan). Panjang terowongan ini 700 meter dengan estimasi pembiayaan sekitar Rp395 miliar menggunakan APBD Samarinda. Opsi terowongan dipilih sebab rencana pembangunan flyover diperkirakan lebih mahal dengan estimasi pembiayaan mencapai Rp700 miliar akibat pembebasan lahan yang lebih besar. (Bon/redaksi)
baca juga: Legislator Kota Samarinda Berharap Proyek Pembangunan Terowongan Dapat Segera Dilakukan Pengerjaan








