KOTA BANGUN – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur lintas poros Tenggarong–Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Rabu (18/2/2026) siang. Insiden “adu banteng” antara mobil dan motor ini mengakibatkan satu orang pengendara motor meninggal dunia (MD) dan memicu desakan dari masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan.
Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, kecelakaan terjadi tepat pukul 12.03 Wita. Benturan keras mengakibatkan sepeda motor hancur total, sementara mobil mengalami ringsek berat di bagian depan. Pengendara motor sempat terseret hingga ke semak-semak sebelum akhirnya dievakuasi warga dan ambulance ke rumah sakit.
Seringnya terjadi kecelakaan fatal di jalur ini memicu reaksi keras dari warga setempat. Mereka menilai kondisi jalan lintas poros yang ada saat ini sudah tidak ideal untuk menampung volume kendaraan yang tinggi, sehingga sangat rawan terjadi tabrakan dari arah berlawanan.
Salah seorang warga bernama Khairil Anwar Effendi yang menyuarakan di sosial media menyampaikan aspirasi mewakili masyarakat sekitar kepada pihak berwenang.
“Dengan banyaknya kejadian di lintas poros ini, kami atas nama masyarakat meminta kepada para Kades dan Camat untuk menyampaikan hal ini kepada Bupati dan Gubernur. Kami mohon agar jalan di lintas poros ini dibuatkan dua jalur untuk menghindari jatuhnya korban berikutnya,” tegasnya.
Warga berharap adanya pemisahan jalur (median jalan) dapat meminimalisir risiko tabrakan “adu banteng” seperti yang baru saja terjadi. Jalur poros ini dikenal sebagai urat nadi transportasi yang padat, namun lebar jalan yang terbatas sering kali membuat pengendara kehilangan ruang gerak saat terjadi human error atau aksi menyalip yang dipaksakan.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








