Waspada Anomali Cuaca, BPBD Kukar Ingatkan Potensi Longsor di Beberapa Titik

Angin kencang disertai cuaca buruk rubuhkan pohon besar di Jalan Danau Aji, Rabu (7/1/26). (IST)

TENGGARONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman bencana hidrometeorologi yang diprediksi berlangsung hingga April 2026. Hal ini menyusul adanya anomali cuaca yang menyebabkan terjadinya dua kali puncak musim hujan ekstrem dalam setahun.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi, mengungkapkan bahwa angin kencang dan hujan lebat yang terjadi belakangan ini merupakan bagian dari siklus cuaca ekstrem tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah mengeluarkan surat imbauan sejak November lalu terkait bencana hidrometeorologi, termasuk hujan lebat dan angin kencang. Imbauan ini berlaku hingga April dan sudah kami sebar ke seluruh kecamatan,” ujar Edy Haryadi, Kamis (8/1/2026).

Dua Kali Puncak Hujan Ekstrem dalam Setahun

Berdasarkan data meteorologi, Edy menyebut tahun ini terjadi anomali di mana puncak musim hujan ekstrem terjadi sebanyak dua kali. Menanggapi hal tersebut, Bupati dan Sekretaris Daerah telah mengumpulkan unsur TNI, Polri, hingga kepala desa untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat bawah.

“Pak Sekda dan Pak Bupati sudah menginstruksikan seluruh jajaran hingga tingkat desa untuk siaga. Kami juga telah membentuk grup koordinasi khusus untuk mitigasi bencana guna mempermudah pemantauan kondisi di lapangan secara real-time,” jelasnya.

Titik Rawan Longsor dan Banjir Belayan

Selain angin kencang, BPBD Kukar memberikan perhatian khusus pada potensi tanah longsor di beberapa wilayah. Meski saat ini kondisi masih terkendali, beberapa kecamatan masuk dalam peta kewaspadaan tinggi.

“Untuk potensi longsor, kami mewaspadai daerah Marangkayu, Samboja, dan Loa Janan. Selain itu, kami memantau ketat wilayah Tabang. Jika intensitas hujan di sana terus tinggi, dikhawatirkan Sungai Belayan meluap dan memicu banjir besar,” beber Edy.

Hingga saat ini, BPBD menetapkan status siaga dan terus memonitor laporan dari para camat serta aparat TNI-Polri di wilayah masing-masing. BPBD baru akan menurunkan tim teknis jika eskalasi kejadian di lapangan memerlukan bantuan darurat.

“Status kita saat ini siaga dan terus memonitor. Kami berharap kondisi tetap aman, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap pohon tumbang maupun pergerakan tanah saat hujan lebat,” pungkasnya.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait