Waspadalah! Waspadalah! Tenggarong Terancam kena Banjir Kiriman

Banjir 2025 di Tenggarong Jalan Muso Bin Salim. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)

TENGGARONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan alarm waspada bagi warga di wilayah ibu kota kabupaten, Tenggarong. Debit air sungai dari wilayah hulu yang kini tengah merendam Kembang Janggut dan Muara Kaman diprediksi akan terus mengalir ke wilayah yang lebih rendah, sehingga potensi banjir kiriman ke Tenggarong kini kian nyata.

Kondisi ini diperparah dengan cuaca ekstrem yang masih menyelimuti sebagian besar wilayah Kutai Kartanegara dalam sepekan terakhir.

Bacaan Lainnya

Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata, menjelaskan  pergerakan air dari wilayah hulu saat ini sedang menuju ke hilir. Jika sebelumnya Kecamatan Tabang menjadi titik terparah, kini tekanan luapan air sudah merambah ke Kecamatan Kembang Janggut dengan ketinggian 40-50 cm, dan mulai memasuki Muara Kaman.

“Air ini sifatnya mengalir ke tempat yang lebih rendah. Kami memantau pergerakan air dari hulu, dan tidak menutup kemungkinan Tenggarong akan terdampak banjir kiriman,” ujar Eko Suryawinata, Kamis (15/1/2026).

Potensi banjir di Tenggarong akan meningkat drastis apabila luapan dari Sungai Belayan bertemu dengan kondisi pasang air sungai dari arah Melak (Kutai Barat).

“Jika Sungai Belayan dan Melak juga ikut pasang bersamaan, maka kawasan rendah di Tenggarong harus sangat waspada,” tambahnya.

BPBD Siaga Penuh di Titik Rawan

Merespons ancaman ini, BPBD Kukar telah menyiagakan personel di berbagai titik strategis sejak dua hari lalu. Kesiapsiagaan ini mencakup pemantauan rutin terhadap papan duga air di sepanjang sungai untuk memberikan informasi sedini mungkin kepada masyarakat.

“Petugas sudah standby. Kami memprioritaskan keselamatan jiwa dan terus melakukan mitigasi agar masyarakat siap jika sewaktu-waktu debit air meluap ke pemukiman di Tenggarong,” jelas Eko.

Amankan Barang Berharga dan Pantau Anak

Pihak BPBD mengimbau warga Tenggarong, khususnya yang tinggal di bantaran sungai atau wilayah langganan banjir seperti Kelurahan Sukarame dan kawasan bawah lainnya, untuk mulai melakukan langkah antisipasi.

“Jangan menunggu air masuk ke rumah. Mulailah mengamankan barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan yang paling penting, awasi anak-anak. Jangan biarkan mereka bermain di tepi sungai atau drainase saat debit air sedang tinggi karena sangat berisiko terseret arus,” tegasnya.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait