![]()
Mediaetam.com, Berau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong implementasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Pasalnya, program tersebut dinilai mampu mengurangi risiko korupsi dan memberikan dampak tersendiri bagi kesejahteraan masyarakat Berau.
Hal itu diungkapkan Bupati Berau, Sri Juniarsih, usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Selasa (12/4/2023).
Sri menerangkan bahwa sesuai arahan Pemerintah Pusat, setiap perangkat daerah mulai dari dinas hingga kecamatan harus melaksanakan prosedur belanja lokal.
Arahan itu dimaksudkan untuk memaksimalkan program P3DN lewat e-katalog dalam rangka perubahan mekanisme barang atau jasa.
“Karena program ini akan mengurangi risiko penyelewengan anggaran dan dapat memberdayakan UMKM Berau.
Tentunya, itu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Berau, terutama pelaku UMKM,” tuturnya.
Sri Juniarsih pun menekankan agar setiap pengadaan item apapun yang nilainya di bawah Rp 5 miliar harus direkomendasikan untuk menggunakan produk dalam negeri.
Selain itu, dirinya juga akan melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan P3DN di tingkat daerah.
Lebih dari itu, siap menjalankan pendampingan kepada IKM dan pelaku UMKM agar segera mendaftar pada e-katalog.
Menurut Sri Juniarsih, untuk memulai peningkatan program P3DN di Berau memang diperlukan banyak waktu.
Apalagi setiap daerah memiliki pencapaian yang berbeda-beda. Ada yang capaiannya tinggi, sedang, dan rendah. Saat ini, Berau sendiri hanya menduduki ranking 3 terendah se-Kalimamtan Timur
“Makanya, kami perlu sosialisasi kepada dinas dan kecamatan untuk memakai produk dalam negeri. Sehingga, dalam pengadaan selanjutnya harus memakai e-katalog,” pungkasnya. (*/Christian/Adv Pemkab Berau)
Editor: Elton Wada








