Pasca Wifi Gratis, Kominfo Berau Target Digitalisasi Pemerintahan

Kepala Dinas Kominfo Berau, Didi Rahmadi. [Elton Wada / Mediaetam.com]
Kepala Dinas Kominfo Berau, Didi Rahmadi. [Elton Wada / Mediaetam.com]

Mediaetam.com, Berau – Program Pemerintah Daerah Kabupaten Berau membangun 1.000 titik wifi gratis pada semua kampung di Kabupaten Berau akan diselesaikan tahun 2023.

Dengan diselesaikannya program tersebut, Pemda Berau dalam hal ini Dinas Kominfo Kabupaten Berau menargetkan untuk dilakukannya digitalisasi pemerintahan, sebagai salah satu dari 18 program strategis Pemda Berau.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Berau Didi Rahmadi, kepada media ini, Sabtu (29/4/2023). Menurutnya, digitalisasi pemerintahan akan dijalankan setelah program 1.000 titik wifi gratis telah terpasang pada semua titik yang ditentukan.

Capaian Wifi Gratis

Saat ini, ungkap Didi, program 1.000 wifi gratis secara khusus sudah mencapai 53,20 persen atau sudah menyentuh 532 titik. Dengan terpasangnya Fiber Optik (FO) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) pada titik-titik itu maka secara otomatis wifi ikut terpasang.

Sesuai data yang diperoleh media ini dari Kadis Kominfo Berau, jaringan Fiber Optik (FO) sudah terpasang pada 10 kecamatan. Kecamatan-kecamatan itu antara lain, Tanjung Redeb, 6 kelurahan; Segah, 1 kampung; Teluk Bayur, 2 kelurahan dan 4 kampung.

Selanjutnya Kecamatan Pulau Derawan, 2 kampung; Gunung Tabur, 1 kelurahan dan 6 kampung; Sambaliung, 1 kelurahan dan 2 kampung; Biatan, 4 kampung; Talisayan, 1 kelurahan dan 1 kampung; Batu Putih, 2 kampung; serta Biduk-Biduk, 3 kampung.

Sedangkan VSAT dipasang pada 6 kampung antara lain, Kampung Long Suluy, Long Duhung, Long Lamcin, Mapulu, Punan Segah, dan Teluk Sumbang. Sehingga total AP yang terpasang sejumlah 310, dengan rincian 255 titik menggunakan FO dan 6 titik menggunakan VSAT.

Untuk 3 kecamatan lain, yakni pertama, Kecamatan Maratua sudah terpasang 7 sambungan wifi. Tersisa 2 kampung yang belum terpasang, karena pertimbangan keselamatan penerbangan. Karena itu, masih dicarikan solusi terbaik bagi pemasangan nanti.

Kedua, untuk Kecamatan Kelay akan dipasang sambungan wifi pada tahun ini. 4 kampung sesuai rencana akan menggunakan VSAT. Sedangkan kampung lainnya menggunakan radio.

Ketiga, Kecamatan Tabalar sudah terpasang FO, VSAT, dan radio. Jika menggunakan radio, 1 pesawat radio bisa dipasang pada 5 titik. Jika menggunakan VSAT maka hanya 1 titik.

Sedangkan FO, jika dipasang sesuai jalur kabel maka tidak akan lebih dari 1 Km dari titik kabel. Jika penduduk di atas 500 jiwa, secara bisnis kabel akan ditarik kembali oleh pihak Telkom.

Wifi gratis itu, lanjut Didi dipasang pada tempat-tempat atau titik-titik yang diutamakan seperti kantor pemerintah kampung, lembaga pendidikan, puskesmas, tempat keagamaan, dan ruang terbuka untuk publik lainnya.

Untuk wilayah perkotaan, wifi telah dipasang misalnya di Jl Ahmad Yani, Tepian Teratai, Taman Sanggam, rumah ibadah, kompleks SD, SMP, pelabuhan, puskesmas, dan sebagainya. Jumlahnya pun sudah mencapai lebih kurang 90 titik, sesuai kriteria lokasi yang ditentukan.

Menurut Didi, dalam pemasangan sambungan wifi tersebut ada banyak kendala yang ditemukan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Kendala-kendala itu antara lain, letak geografis wilayah yang cukup sulit dan kebutuhan anggaran yang besar terutama untuk pemasangan VSAT dan FO.

Jika dibangun pun, tambah Didi, Bandwith akan relatif kecil dan hanya akan membuat jaringan menjadi lemah akibat banyak pengguna atau pemakai. Lebih dari itu, belum semua wilayah dialiri listrik PLN. Konsekuensinya, meskipun jaringan FO tersedia, jaringan internet tetap tidak dapat dipasang.

“Jika harus dipasang maka power menggunakan baterei atau mesin genset. Karena tersebar. Sementara tenaga teknis rekanan terbatas.

Jika terjadi gangguan, penanganan juga menjadi agak lambat. Kendala nonteknis lain seperti kadang power dicabut atau diputus oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Wilayah Kelay dan sebagian wilayah Segah termasuk wilayah yang sulit ditembus karena kendala-kendala tersebut. Akibatnya, untuk pembangunan VSAT pun, baru menjangkau 4 kampung di Kelay. Sedangkan di Segah 1 kampung dan Biduk-Biduk 1 kampung yakni Teluk Sumbang.

Pada tahun 2023 Dinas Kominfo siap menuntaskan program pembangunan titik-titik wifi pada lokasi-lokasi tersisa pada semua kampung di wilayah Kabupaten Berau. Untuk melancarkan program itu, anggaran Rp 2,7 miliar pun telah disiapkan.

“Jika seluruh kampung telah terpasang Wifi, Pemkab akan melangkah ke tahap digital pemerintahan. Artinya Pemkab akan mendorong percepatan Smart City dengan penerapan pelayanan elektronik,” tegasnya.

Digitalisasi Pemerintahan

Digitalisasi pemerintahan menurut Didi merupakan salah satu dari 18 program strategis pemerintah daerah. Program ini bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat pelayanan melalui media elektronik berbasis digital.

“Dengan digitalisasi layanan ini diharapkan terjadi transparansi; kepastian dalam persyaratan; ekonomis karena dapat diakses di mana saja; sehingga terjadi efisiensi,” papar Didi menerangkan.

Sejauh ini, beberapa program berbasis digital yang telah dilakukan pemerintah daerah antara lain di bidang layanan perizinan, lelang elektronik melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa dan Mal Berau.

“Yang merupakan e-katalog lokal seperti layanan catatan sipil dan kependudukan serta Simhore (sistem informasi perhotelan dan perpajakan), yang merupakan bagian dari Smart City. Dasarnya adalah peraturan Bupati Berau No 65 tahun 2021 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” imbuhnya.

Untuk menyambut digitalisasi pemerintahan sebagai bagian dari tuntutan teknologi dan grand design Smart City, infrastruktur jaringan listrik dan internet mesti berada dalam kondisi yang baik dan optimal. (*/Elton Wada/ Adv Pemkab Berau)

Editor: Elton Wada

 

Bagikan:

Pos terkait