Mediaetam.com, Kukar – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah perintahkan sejumlah Kepala Dinas untuk lakukan evaluasi kinerja serta turun dan cek langsung ke lapangan.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah pada Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Infrastruktur Jalan Lingkungan, Program Terang Kampungku dan Pamsimas di Kabupaten Kukar, yang melibatkan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan Dinas Perhubungan (Dishub).
“Pemkab melakukan Rakor ini pada prinsipnya bagaimana kita mencermati pekerjaan yang sudah dilakukan dengan pekerjaan yang belum di lakukan. Di dalam penyusunan perencanaan anggara terkadang tertinggal, karena persoalan datanya, Ini yang ingin kami evaluasi dan perbaiki,” ucap Bupati Kukar, Edi Damansyah. Selasa, (2/5/2023)
Sebagai contoh, pekerjaan yang dilakukan oleh Disperkim Kukar dalam merealisasikan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan DPMD Kukar dalam program Terang Kampongku.
“Kedua program ini sudah hampir rampung pengerjaannya pada 2021-2022 dan akan dilanjutkan pada 2023 ini. Walaupun pengerjaan Pamsimas masih ada titik-titik tertentu yang kapasitasnya belum memenuhi kebutuhan yang ada di desa,” ungkapnya.
Menurutnya, hal seperti itulah yang menjadi atensi untuk di evaluasi. Di mana, harus dilakukan peningkatan kapasitas, karena belum semua jaringan sambungan rumah yang tersambung ke setiap rumah warga.
“Jadi itu perlu diatensi, dilanjutkan pekerjaan itu supaya bisa selesai secara utuh. Jangan sampai nanti di 2023-2024 itu tidak selesai, sangat disayangkan. Apalagi kita bicara program air bersih untuk desa yang mana itu menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Kemudian, terkait dengan program Terang Kampongku, ada beberapa desa yang masuk dalam kategori remote area dan tidak bisa dialiri listrik PLN, sehingga harus menggunakan tenaga surya.
“Pilihannya adalah tenaga surya, dan Pemkab Kukar telah melakukan kerja sama dengan Politeknik Negeri Samarinda untuk melakukan kajian studi terkait dengan konsep, kapasitas dan teknis kerjanya,”
Edi menyebutkan hal tersebut sudah berhasil dilakukan di Kecamatan Muara Enggelam. Ia ingin hal tersebut bisa dilangsungkan pada desa-desa yang masuk kategori remote area.
“Jadi selanjutnya bagaimana kita mengoptimalkan kegiatan ke depannya bisa betul-betul berbasis dengan data yang akurat, tidak hanya data sekunder. Jadi saya tugaskan kepala dinas ajak timnya cek ke lapangan, supaya tepat dan mereka tahu gambarannya,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)








