Samarinda – Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Triwulan pertama tahun 2023 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 229,77 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 129,57 triliun.
BPS Kaltim merilis ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Triwulan I-2023 terhadap Triwulan I-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 6,95 persen.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono menyambut baik capaian tersebut.
“Ya, APBD kita naik usai pandemi covid 19. UMKM tumbuh, bantuan-bantuan sudah sampai ke pelaku UMKM,” ungkap Nidya, Rabu (21/6/2023).
Ia menambahkan, pariwisata Kaltim juga sedang tumbuh. Pihaknya juga mengecek ke Dinas Peternakan Kaltim mereka swakelola hewan untuk Kurban Seperti sapi, kambing, domba.
“Semua sedang tumbuh positif, perdagangan, pertanian. Walaupun pertambangan sedang low,” ujarnya.
Dikutip dari Kaltim.bps.go.id, dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,57 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,77 persen.
Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Triwulan I-2023 terhadap triwulan sebelumnya terkontraksi sebesar 1,28 persen. Dari sisi produksi penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi di beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam yaitu Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 8,22 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada sebagian besar komponen pengeluaran. Komponen dengan kontraksi terdalam adalah Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 62,46 persen.
Provinsi Kaltim merupakan kontributor tertinggi pada penyusunan nilai tambah regional Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 51,22 persen.
“Kita bersyukur semua tumbuh berjalan positif. Semoga masyarakat Kaltim bertambah makmur,” tandasnya. (Iswanto/Adv/DPRD Kaltim).








