Balada Bendungan Marangkayu, Proyek Dua Windu yang Tak Kelar Karena Pembebasan Lahan

Camat Marangkayu, AR Ambo Dalle. (Istimewa)
Camat Marangkayu, AR Ambo Dalle. (Istimewa)

Mediaetam.com, Kukar – Pembebasan lahan masih menjadi hambatan pembangunan Bendungan Marangkayu.

Padahal, pembangunan Bendungan Marangkayu tersebut sudah berlangsung sejak 2007 lalu. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV pun yang menangani proyek itu dengan anggaran sebesar Rp 16 miliar yang bersumber dari APBN.

Bacaan Lainnya

Camat Marang Kayu, AR Ambo Dalle mengatakan program pembangunan Bendungan Marang Kayu telah berlangsung cukup lama. Progresnya terhambat oleh permasalahan utama, yaitu pembebasan lahan. 

Ambo menyebut pada prinsipnya pihak Kecamatan Marangkayu sangat mendukung karena program ini merupakan program pusat.

“Namun dalam pelaksanaannya ada lembaga-lembaga teknis yang menangani misalnya BWS, Provinsi, kemudian BPN Provinsi,” kata Camat Marangkayu, AR Ambo Dalle. Selasa, (1/8/2023).

Sementara, pihak kecamatan hanya bisa memberikan dukungan dan meyakinkan masyarakat. Sehingga masyarakat lebih serius mengurus pembebasan lahan. 

“Hingga saat ini, pembebasan lahan masih belum selesai. Sehingga menyebabkan pembangunan bendungan tidak bisa dilanjutkan. Karena alasan itulah, proyek pembangunan bendungan kembali dikerjakan pada tahun ini,” terangnya.

Bendungan ini bakal menjadi  sumber irigasi lahan pertanian. Juga, bisa  tempat menampung air ketika musim hujan. Serta jadi tempat menyimpan cadangan air ketika musim kemarau. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait