BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melaksanakan operasi timbang yang berlangsung pada 9-13 November beberapa hari lalu, terkait hal tersebut Muslimin selaku Ketua Komisi I DPRD Bontang memberikan apresiasi, Sabtu (18/11/2023).
“Dalam kegiatan tersebut tentu kami sangat bangga Karena ini menjadi salah satu cara untuk menekan angka stunting yang berada di Kota Bontang,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut melibatkan seluruh komponen dari kelurahan hingga Rukun Tetangga (RT), dengan memberdayakan kader-kader yang sudah mendapatkan pembekalan terlebih dahulu tentunya, terkhusus pada kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
“Sistem laporannya sudah canggih dan juga berbasis digital, sangat efektif untuk menghimpun,” ungkapnya
Kegiatan ini dilakukan pada 121 Posyandu, yang sudah tersebar diseluruh kelurahan di Bontang. Pelaksanaannya pun terdiri dari satu hari penimbangan berat badan, dan hari-hari selanjutnya dilanjutkan dengan pencarian sasaran yang tidak sempat hadir di hari kegiatan.
“Untuk sasaran kami kepada seluruh bayi dan balita yang dikategorikan mengalami gangguan tumbuh kembang lantaran kekurangan gizi, atau yang lebih dikenal dengan stunting,” bebernya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Jamila Suyuti mengatakan dalam kegiatan operasi tumbang bertujuan untuk mengkampanyekan kepada para orang tua yang memiliki bayi dan balita, supaya datang ke Posyandu.
“Saat pelaksanaan dilapangan, akan ditangani oleh kader Posyandu. Dinkes Bontang juga melibatkan para mahasiswa kesehatan yang saat ini menjalani masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bontang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sebelum pelaksanaan operasi timbang, Komisi I DPRD Bontang terlebih dahulu memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkoordinasi terkait dengan penanganan stunting. (Bita/Advertorial/DPRD Bontang).








