Jakarta – Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, turut serta dalam forum discussion group (FGD) yang digelar di Ruang Sidang Banggar DPRRI Senayan Jakarta. FGD ini diselenggarakan oleh Fraksi Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) DPRRI dengan tema “Arah DKI Jakarta Pasca Perpindahan Ibu Kota Negara.”
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Fraksi Partai Nasdem, Dr. Phil Roberth Rouw, serta anggota Fraksi Nasdem, H. Andy Simarmata dan Emmanuel Tulas, bersama sejumlah anggota fraksi lainnya. Moderator FGD, JJ Rizal, memimpin acara yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pendiri Komunitas Bambu/Pakar Ahmad Heri Firdaus dan Peneliti Center Of Industry, anggota DPRD Partai Nasdem Provinsi DKI Jakarta Abdul Aziz Muzlim, Nova Harivan, Jupiter, Wibi Andrino, H. Hasan Basri Umar, HM Idris, M. Hariadi Anwar, dan Biem Triani Benjamin.
Dalam paparannya, Akmal Malik memaparkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) dan perannya dalam membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa IKN di Kalimantan Timur menjadi kekuatan baru bagi bangsa Indonesia, bahkan di mata dunia internasional.
“IKN merupakan kawasan baru sebagai kekuatan ekonomi bangsa yang dulunya Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris, dan memerlukan dukungan penuh seluruh komponen bangsa,” kata Akmal.
Menanggapi kekhawatiran terkait status Jakarta pasca pemindahan pusat pemerintahan ke IKN, Akmal menegaskan bahwa Jakarta tetap akan menjadi daerah khusus. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah bersurat kepada DPRRI dan menunggu DPR bersurat kepada Presiden, serta menekankan bahwa pemerintah berharap pembahasan berjalan lancar tanpa kendala, memungkinkan Jakarta terus berkembang, dan IKN tumbuh sesuai tujuan bangsa ke depan.
“Pemerintah terus mendorong Jakarta tetap menjadi pusat perekonomian dan kota global, serta melaksanakan kebijakan otonomi satu tingkat,” tambah Akmal.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah memberikan keistimewaan dan kekhususan dalam bidang kelembagaan, kebudayaan, dan norma lainnya, yang masih dalam tahap pembahasan bersama DPRRI.
Dalam diskusi FGD Fraksi Partai Nasional Demokrasi, Akmal Malik memberikan jawaban terhadap beberapa pertanyaan dan menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pembangunan dan pertumbuhan kedua kawasan tersebut sesuai dengan tujuan bangsa ke depan. (Amin/Advertorial/Diskominfo Kaltim)








