Dinkes Tunggu Hasil SKI Soal Penanganan Stunting

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Leni Astuti
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Leni Astuti

TENGGARONG – Penanganan Stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menang menjadi fokus utama dalam masa kepemimpinan Edi Darmansyah & Rendi Solihin. Bahkan sepanjang 2023 ini, berbagai upaya dilakukan. Untuk menekan angka stunting di Kukar dengan melibatkan segala sektor di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Leni Astuti yang dikonfirmasi mengatakan, untuk menangani stunting di 2023 pihaknya hanya terlibat sebanyak 30 persen dimana pihaknya fokus dalam upaya penilaian dini, penyaluran gizi hingga pengawasan melalui kader-kader posyandu yang tersebar di desa-desa.

“Untuk stunting melibatkan banyak OPD, tak hanya Dinkes. Namun kami berusaha bekerja dengan maksimal dalam upaya penanganannya,” jelasnya.

“Bahkan melalui kader posyandu kami memaksimalkan penyaluran bantuan gizi yang tak hanya berfokus pada anak dan ibu hamil saja. Tetapi perempuan usia muda juga kita bantu untuk penambahan gizinya agar saat masuk usia produktif saat mengandung gizinya sudah terpenuhi sejak muda,” papar dr. Leni Astuti melanjutkan.

Akan tetap dikatakan dr. Leni Astuti, untuk angka pencapaian penanganan stunting di tahun 2023. Pihaknya masih menunggu Survei Kesehatan Indonesia (SKI), dimana untuk sistem SKI tahun ini berbeda dengan Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) yang terdahulu.

Pasalnya SKI selain persoalan gizi aspek kesehatan mata juga kini menjadi salah satu landasan riset sehingga memakan waktu yang cukup lama dibanding yang sebelumnya.

“Untuk pencapaian stunting kita masih menunggu hasil dari SKI, yang pasti terjadi penurunan. bahkan di tahun 2024 kami menargetkan terjadinya penurunan hingga 14 persen,” tutupnya. (rm6/)

Bagikan:

Pos terkait