SAMARINDA – Penjabat Gubernur Akmal Malik memaparkan serapan anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim tahun 2023 mencapai 92 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi daripada serapan anggaran tahun-tahun sebelumnya.
“Itu adalah prestasi OPD-OPD, termasuk DPRD juga. Baik mulai penyiapan anggarannya, pelaksanaan hingga pengawasannya. Semua berkontribusi,” puji Akmal, seperti dilansir dari unggahan Pemprov Kaltim.
Dia berharap ke depan serapan anggaran akan lebih baik lagi. Tahun 2022 lalu serapan anggaran Pemprov Kaltim masih berada di bawah 90 persen, yakni 84,67 persen. Pagu belanja APBD Perubahan Kaltim 2023 adalah sebesar Rp25,32 triliun.
Sejak dilantik awal Oktober tahun lalu, Akmal Malik sudah mengingatkan agar serapan anggaran Pemprov Kaltim bisa ditingkatkan. Pasalnya kata Akmal, serapan anggaran yang tinggi akan berdampak pada roda perekonomian provinsi ini juga. Sementara itu, dia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Kaltim dari tahun 2019 hingga triwulan III tahun 2023 meningkat dari 4,70 persen menjadi 6,34 persen.
Sementara itu, untuk 2024 ini, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim (Sekdaprov) Kaltim, Sri Wahyuni memaparkan Kaltim kembali menerima dana karbon dari Bank Dunia. Juga ada dana bagi hasil (DBH) Kelapa Sawit.
Bahkan, kapasitas pendapatan (fiskal) Kaltim pun melebihi dana transfer. Belum lagi pembangunan IKN.
“Dengan berbagai prestasi dan keistimewaan itu menjadikan Provinsi Kaltim sebagai pusat peradaban baru. Pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur,” ujarnya. (Redaksi)
Baca juga: Ini Catatan Perkembangan Kaltim Hingga 2023








