SAMARINDA – Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda melayani hampir 3 ribu penumpang per hari selama periode mudik Lebaran 2026. Lonjakan jumlah pengguna jasa angkutan udara ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa arus mudik.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan mengatakan, selama periode angkutan Lebaran, bandara tersebut melayani rata-rata 22 penerbangan setiap hari.
“Pada musim mudik Lebaran ini, kami melayani 22 penerbangan per hari dari lima maskapai,” ujar Kadek, Senin (16/3/2026) di laman resmi Pemprov Kaltim.
Ia menjelaskan, dari total 22 penerbangan harian tersebut, masing-masing terdiri atas 11 penerbangan kedatangan dan 11 penerbangan keberangkatan. Adapun lima maskapai yang beroperasi di Bandara APT Pranoto meliputi Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Super Air Jet, dan Smart Aviation.
Seiring meningkatnya aktivitas penerbangan, pergerakan penumpang juga menunjukkan tren positif. Tercatat, jumlah penumpang mencapai 2.938 orang dalam satu hari atau naik sekitar 38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pengawasan Sisi Udara Diperketat
Di tengah meningkatnya arus penumpang, Bandara APT Pranoto juga memperketat pengawasan keamanan dan ketertiban operasional di sisi udara guna memastikan kelancaran layanan selama musim mudik Lebaran.
Pengawasan dilakukan secara intensif bersama para pemangku kepentingan terkait. Pemeriksaan mencakup dokumen Pas Orang, Pas Kendaraan, hingga Tanda Izin Mengemudi (TIM) bagi seluruh personel dan kendaraan operasional yang beraktivitas di area sisi udara.
Selain itu, pihak bandara juga melakukan pengecekan terhadap kelaikan peralatan Ground Support Equipment (GSE) untuk memastikan seluruh perangkat pendukung penerbangan berfungsi optimal.
“Pengawasan ini penting agar seluruh aktivitas di sisi udara berjalan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan standar keselamatan,” jelasnya.
Kadek menegaskan, otoritas bandara akan memberikan sanksi berupa peringatan tertulis kepada instansi terkait apabila ditemukan pelanggaran, seperti kendaraan operasional yang tidak dilengkapi dokumen resmi.
Melalui langkah-langkah preventif tersebut, penyelenggaraan angkutan udara Lebaran 2026 di Bandara APT Pranoto diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.
Redaksi Media Etam








