Stok BBM Kaltim Aman saat Lebaran, Warga Please Jangan Borong supaya Tak Terjadi Kelangkaan

Pertamina memastikan stok BBM pada periode Lebaran Idulfitri aman. (Ist)

SAMARINDA – Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat akibat perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, serta penutupan Selat Hormuz yang sempat memicu isu gangguan pasokan energi global, Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur tetap aman selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

Situasi geopolitik tersebut sebelumnya sempat memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, termasuk berkembangnya wacana bahwa Pertamina berpotensi kekurangan stok BBM. Isu itu bahkan dikhawatirkan bisa memicu panic buying apabila warga beramai-ramai membeli BBM dalam jumlah berlebihan.

Bacaan Lainnya

Namun, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan bahwa kondisi stok dan distribusi BBM di Kaltim hingga saat ini masih terkendali dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, ketersediaan BBM baik dari sisi suplai maupun distribusi ke agen dan pangkalan berada pada level aman.

“Sejak tanggal 9 Maret hingga 1 April, kami telah membentuk Satgas, baik di internal Pertamina maupun bersama stakeholder terkait,” ungkap Edi saat menjadi pembicara dalam agenda terkait menjaga stabilitas energi Kaltim di tengah krisis global, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, pembentukan satuan tugas tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran distribusi energi, terutama pada masa konsumsi masyarakat cenderung meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, dukungan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, juga diperkuat guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran, terutama untuk BBM subsidi.

Imbauan agar Tidak Panic Buying

Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum tentu benar dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Warga diminta tetap tenang karena stok dipastikan aman dan distribusi terus diawasi.

Imbauan ini dinilai penting agar tidak terjadi lonjakan pembelian yang justru dapat memicu antrean panjang hingga kelangkaan semu di lapangan.

Selain memastikan ketersediaan stok, Pertamina juga mengingatkan masyarakat soal pentingnya penyimpanan BBM secara aman. Idealnya, BBM hanya disimpan di tiga tempat, yakni tangki milik Pertamina, tangki di SPBU, dan tangki kendaraan bermotor.

Penyimpanan BBM di luar tempat tersebut dinilai berisiko, baik terhadap penurunan kualitas bahan bakar maupun potensi bahaya kebakaran.

“BBM yang disimpan tidak pada tempatnya dapat memengaruhi kualitas dan berpotensi menimbulkan risiko kebakaran. Kami harap hal ini tidak terjadi,” tambah Edi.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait