Samarinda – Kecamatan di Tenggara Kota Samarinda ini, sejak lama menjadi wilayah industri dan menopang perekonomian. Saat ekonomi Samarinda banyak bergerak dari industri kayu lapis, Sungai Mahakam di wilayah Palaran ramai pelabuhan-pelabuhan milik pabrik-pabrik kayu. Kini, Palaran berubah. Lahan tambang tak jauh dari rumah. Juga jadi pintu logistik dengan truk trailer membawa peti kemas lalu lalang.
Meski begitu, berganti-ganti wali kota, infrastruktur dasar di Palaran, bak anak tiri. Sebab, masih banyak ditemukan masalah. Misal, tak semua kelurahan di Palaran yang punya akses air bersih, debu, bencana banjir, dan sebagainya.
Ketua Forum Komunikasi Pemuda Palaran (Forkom Pemeran) Dani memaparkan, Palaran sebagai salah satu kecamatan dengan wilayah terluas di Samarinda memiliki banyak sekali masalah. Mulai dari perihal insfrastruktur, fasilitas Pendidikan hingga fasilitas Kesehatan.
“Banyaknya Perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Palaran yang bergerak dari berbagai sektor mulai dari jasa hingga produksi tidak lantas menyejahterakan masyarakat Palaran,” kata Dani dalam keterangan tertulisnya.
Lanjutnya, Forkom Pemeran dalam rentan waktu satu tahun ini telah mengadvokasi berbagai masalah yang dikeluhkan masyarakat. Mulai dari lubang jalan, tempat pembuangan sampah yang kelebihan kapasitas hingga tumpahan solar yang membahayakan pengguna jalan.
Tetapi kekecewaan juga di rasakan, forum komunikasi pemuda palaran merasa bahwa pemerintah kota samarinda terkesan tidak peduli dan kurang memberikan perhatian kepada kecamatan palaran. Padahal dengan letak geografis yang berada di perbatasan samarinda dengan kutai kartanegara ini seharusnya bisa menjadi perhatian serius.
Forum komunikasi pemuda Palaran berharap pada pemilihan walikota 2024 ini. Nantinya akan melahirkan wali kota Samarinda yang lebih memperhatikan Palaran secara serius.
“Bukan hanya datang untuk melakukan acara-acara seremonial semata, tetapi bisa lebih dari itu. Pembangunan sumber daya manusia, peningkatan fasilitas Pendidikan dan Pembangunan rumah sakit adalah beberapa hal yang bisa dilakukan,” tegasnya. (redaksi)








