Kutai Kartanegara, – Gedung Mina Bahari II, Ditjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan menjadi saksi penting bagi penandatanganan kerjasama sinergi antara Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono dan Ditjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Fokus kerjasama ini adalah pengelolaan kawasan konservasi di Perairan Mahakam Wilayah Hulu Kukar.
Selain penandatanganan kerjasama sinergi, momentum bersejarah ini juga diwarnai dengan penandatanganan Matrik Kerja pelaksanaan kerjasama sinergi. Tindakan ini mencerminkan komitmen serius dari kedua belah pihak dalam menjalankan kerjasama yang telah disepakati. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Pontianak, Iwan Taruna Alkadrie, bersama dengan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Muslik.
Kehadiran juga terlihat dari Kepala Bagian Kerjasama Setdakab Kutai Kartanegara, Ismi Nurul Huda, serta akademisi dari Universitas Mulawarman, yang menambah kesan kegiatan ini sebagai langkah yang tidak hanya penting secara administratif, tetapi juga mendapatkan dukungan luas dari berbagai sektor.
“Saya sangat mengapresiasi kerjasama ini sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi habitat-habitat yang berada dalam kawasan konservasi, terutama Pesut Mahakam,” ujar Sekda Kukar Sunggono dalam wawancara eksklusif pasca-acara.
Sunggono juga menyoroti langkah konkret lain yang telah diambil oleh pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan, seperti diterbitkannya Surat Keputusan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 75 Tahun 2020 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Habitat Pesut Mahakam.
Lebih lanjut, Sunggono menegaskan pentingnya koordinasi dan kerjasama lintas kabupaten dan kota dalam upaya perlindungan kawasan tersebut. “Kawasan konservasi ini melintasi beberapa wilayah administratif, termasuk Kutai Barat dan Mahak Ulu. Oleh karena itu, koordinasi yang solid antara semua pihak terlibat sangatlah penting untuk menjaga konsistensi dalam upaya perlindungan dan pengawasan kawasan konservasi,” tambahnya.








