Perahunya Tabrak Tugboat saat Pulang Kerja, Rizky Tenggelam dan Hilang di Perairan Sanga-Sanga

Penyisiran pencarian korban tenggelam di sungai Kelurahan Pendingin Kec. Sanga-Sanga, Selasa (6/1/26). (Doc. Eko Suryawinata)

TENGGARONG – Insiden kecelakaan air kembali terjadi di aliran Sungai Mahakam. Seorang karyawan perusahaan dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya bersama rekan kerja mengalami kecelakaan di perairan Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, pada Senin (5/1/2026) malam sekitar pukul 19.30 Wita.

Korban yang kini dalam proses pencarian diketahui bernama Risky, warga Sanga-Sanga. Ironisnya, Risky juga merupakan anggota aktif Relawan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Redkarmat) Kecamatan Sanga-Sanga.

Bacaan Lainnya

Kronologi Kejadian

Kecelakaan bermula saat empat orang karyawan PT Astiko hendak pulang kerja menuju rumah mereka di Sanga-Sanga dengan menggunakan perahu. Namun, saat mencoba menyeberangi jalur sungai, situasi menjadi tidak terkendali.

“Informasi awal yang kami terima, perahu hendak menyeberang. Namun, saat menambah kecepatan (gas), perahu justru menabrak kapal penarik ponton (tugboat). Akibat tabrakan itu, perahu mengalami kendala teknis dan akhirnya tenggelam,” ungkap laporan awal dari TRC BPBD Kukar.

Tiga rekan korban dikabarkan selamat, namun Risky terseret arus sungai dan tidak bisa berenang dan belum ditemukan hingga berita ini diturunkan.

Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, menjelaskan upaya pencarian telah dilakukan sesaat setelah laporan diterima pada pukul 19.50 Wita. Namun, luasnya area dan ketidakpastian titik jatuh menjadi tantangan utama tim di lapangan.

“Lokasi jatuhnya belum diketahui secara pasti karena kejadiannya cukup cepat,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Mengenai metode pencarian, Eko menyebut pihaknya mengerahkan penyisiran permukaan sungai. Metode penyelaman belum memungkinkan untuk dilakukan mengingat karakteristik perairan dan luasnya cakupan area.

“Kami lakukan penyisiran di permukaan menggunakan perahu. Ada juga bantuan dari banyak perahu nelayan setempat. Saat ini pantauan pencarian masih berada di radius sekitar satu kilometer dari lokasi yang diduga sebagai titik awal kejadian,” tambahnya.

Hingga Selasa siang, personel gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkarmatan, Relawan Sanga-Sanga, dan masyarakat sekitar masih terus melakukan pemantauan intensif di sepanjang aliran sungai Pendingin dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait