Hanyut Sejauh 14 Kilometer, Relawan Sanga-Sanga yang Hilang di Mahakam Ditemukan Meninggal Dunia

Proses evakuasi mayat ditemukan di sungai kecil Kelurahan Pendingin Kec. Sanga-Sanga, Rabu (7/1/26). (Doc. BPBD Kukar)

SANGA-SANGA – Upaya pencarian intensif terhadap Risky (24), karyawan PT Astiko sekaligus anggota Relawan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Redkarmat) Sanga-Sanga, akhirnya berakhir. Korban yang dilaporkan hilang setelah kecelakaan perahu pada Senin malam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (7/1/2026) pagi.

Jasad korban ditemukan hanyut cukup jauh dari lokasi awal tabrakan, terseret arus Sungai Mahakam hingga memasuki wilayah alur sungai yang lebih kecil.

Bacaan Lainnya

Ditemukan di Sungai Kecil

Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, mengonfirmasi bahwa penemuan jasad korban bermula dari informasi warga yang melihat adanya objek mencurigakan di perairan.

“Rabu (7/1/2026) pukul 09.37 Wita, jasad korban berhasil ditemukan sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian (TKP). Lokasi penemuannya masuk ke dalam alur sungai kecil,” ujar Eko saat dikonfirmasi sesaat setelah proses evakuasi.

Tim SAR gabungan segera menuju titik koordinat laporan untuk melakukan identifikasi awal. Setelah dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Risky, petugas langsung mengevakuasi korban. “Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” tambahnya.

Kronologi Kejadian

Insiden memilukan ini terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 19.30 Wita di perairan Kelurahan Pendingin. Saat itu, Risky bersama tiga rekan kerjanya pulang menggunakan perahu ches.

Naas, saat hendak menyeberangi jalur sungai dan menambah kecepatan (gas), perahu mereka justru menghantam kapal penarik ponton (tugboat). Benturan keras tersebut menyebabkan perahu karam seketika. Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara Risky yang dikabarkan tidak bisa berenang hilang terseret arus.

Duka Mendalam Sektor Relawan

Penemuan Risky membawa duka mendalam bagi rekan-rekan relawan di Kutai Kartanegara. Sebagai anggota Redkarmat, Risky dikenal aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan di Sanga-Sanga.

Selama hampir 36 jam, personel gabungan dari Basarnas, BPBD Kukar, Disdamkarmatan, kepolisian, hingga puluhan perahu nelayan setempat bekerja tanpa henti menyisir perairan sungai yang luas dan gelap untuk menemukan korban.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait