Pemkab Kukar Konfirmasi Belum Bisa Perbaiki Jalan 15 KM yang Rusak Parah di Benua Puhun karena Faktor Anggaran

Warga Desa Benua Puhun memperbaiki jalan rusak ala kadarnya mengandalkan gotong royong. (Doc. Pemdes Benua Puhun)

MUARA KAMAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan belum ada rencana perbaikan jalan sepanjang 15 kilometer (km) di Desa Benua Puhun, Kecamatan Muara Kaman, yang saat ini mengalami kerusakan parah. Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama belum dilaksanakannya pembangunan infrastruktur tersebut pada tahun 2026.

Kepastian ini disampaikan setelah sebelumnya warga mengeluhkan kondisi jalan poros desa yang rusak berat dan membahayakan keselamatan. Jalan yang menjadi akses utama antar desa itu kini dipenuhi lubang dalam dan permukaan bergelombang.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menegaskan bahwa pada tahun 2026 belum ada alokasi anggaran untuk perbaikan jalan di Desa Benua Puhun.

“Untuk 2026 ini belum ada pekerjaan perbaikan jalan di Desa Benua Puhun. Hal ini dikarenakan pemerintah daerah tak punya anggaran. Jika kami ada anggaran, pasti mau saja melakukan perbaikan. Tapi saat ini anggaran kita terbatas, sehingga pembangunan dilakukan sesuai ketersediaan yang ada,” jelasnya.

Kondisi ini memperlihatkan masih adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kukar. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, warga di desa terpencil masih harus menghadapi risiko tinggi saat melintasi jalan rusak yang menjadi satu-satunya akses utama mereka.

Warga Terpaksa Swadaya Perbaiki Jalan

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Benua Puhun, Ardinansyah, menjelaskan jalan tersebut memiliki peran vital karena menghubungkan sejumlah desa seperti Teratak, Lekaq Kidau, hingga Rantau Hempang. Namun, hingga kini belum ada realisasi perbaikan meski peninjauan lapangan sudah dilakukan sejak tahun lalu.

“Kondisi jalan di sini sangat memprihatinkan. Tahun lalu (2025), jalan poros ini sudah ditinjau oleh kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, namun hingga saat ini belum ada respons sama sekali,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Kerusakan semakin parah saat musim hujan. Jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin yang kerap menyebabkan pengendara tergelincir. Dampaknya juga dirasakan pada aktivitas warga, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian dan perikanan.

Karena kondisi yang mendesak, warga akhirnya melakukan perbaikan secara swadaya untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Kami akhirnya bersama warga melakukan perbaikan secara swadaya. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki karena penduduk di sini sudah banyak dan jalannya sangat padat dilintasi masyarakat,” imbuh Ardinansyah.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait