Telusuri Dugaan Kasus MBG Basi di Kukar, Satgas dan BGN Segera Investigasi

ILUSTRASI: Ada dugaan temuan MBG basi di Kukar. (Foto: Antara)

TENGGARONG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Kartanegara (Kukar) menuai polemik pasca-temuan makanan tak layak konsumsi di sejumlah sekolah. Sedikitnya tiga sekolah di wilayah Tenggarong diduga melaporkan adanya paket makanan yang berlendir dan beraroma tidak sedap sebelum didistribusikan kepada siswa.

Merespons hal tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG MBG Kukar, Sunggono, menegaskan akan melakukan investigasi menyeluruh bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Bacaan Lainnya

Laporan ini mencuat setelah pihak sekolah melakukan skrining rutin terhadap paket makanan yang masuk. Ditemukan indikasi makanan telah basi (berlendir), sehingga pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan menahan distribusi demi menjamin keamanan kesehatan para pelajar.

Investigasi ini bertujuan untuk memastikan apakah kerusakan makanan terjadi pada proses pengolahan di dapur SPPG atau kendala saat distribusi ke sekolah-sekolah.

“Nanti akan diinvestigasi. Tim khusus dari BGN akan memastikan apakah laporan itu benar atau tidak. Jika terbukti benar, akan diproses lebih lanjut dan ada sanksi yang diberikan,” tegas Sunggono, Rabu (1/4/2026).

Kalau Terbukti, Sanksi Menanti

Pihak Korwil menegaskan tidak akan menoleransi kelalaian yang membahayakan kesehatan siswa. Sunggono menyebut  sanksi tegas telah disiapkan bagi pengelola SPPG jika terbukti melakukan pelanggaran fatal dalam menjaga kualitas pangan.

Sanksi yang diberikan paling ringan membuat kesepakatan Kesepakatan tertulis dan evaluasi total prosedur operasional agar kejadian tidak terulang. Paling berat, pengehentian sementara operasional SPPG yang bersangkutan.

Selama ini, pengawasan SPPG dilakukan secara berjenjang oleh Satgas dari tingkat kelurahan hingga daerah.

“Bahkan bupati dan saya sendiri beberapa kali turun langsung meninjau ke lapangan untuk memastikan kualitasnya,” tambah Sunggono.

SPPG Terkait Belum Mau Komentar

Di sisi lain, pihak SPPG Kelurahan Loa Ipuh yang menjadi sorotan utama hingga kini belum memberikan penjelasan mendetail mengenai penyebab teknis temuan makanan diduga basi tersebut. Kepala SPPG Loa Ipuh, Natasya, menyatakan pihaknya masih belum bisa memberikan konfirmasi resmi.

“Kami belum bisa memberikan penjelasan terkait kejadian itu,” ungkapnya singkat.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh sekolah penerima manfaat MBG di Kukar untuk tetap konsisten melakukan skrining mandiri sebelum membagikan makanan kepada siswa. Transparansi dari pihak pengelola SPPG sangat dinantikan agar kepercayaan orang tua murid terhadap program nasional ini tetap terjaga.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait