Salut! Dua Desa di Kukar Masuk Top Finalis Inovasi Pelayanan Publik

Caption : Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Muara Enggelam, Ramsyah. (Akbar/Mediaetam.com)

TENGGARONG – Dua desa di Kutai Kartanegara (Kukar) masuk nominasi finalis Top Inovasi Pelayanan Publik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Kedua desa tersebut ialah Desa Sungai Payang di Kecamatan Loa Kulu dan Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis.

Bacaan Lainnya

Kemudian, pada tahapan selanjutnya, Tim Panel Independen (TPI) KIPP mendengarkan presentasi serta wawancara Bupati Kukar Edi Damansyah melalui virtual Zoom meeting di Ruang Eksekutif Kantor Bupati, Senin (11/7/2022).

Inovasi Klik Me di Desa Muara Enggelam. [Dok.Mediaetam.com]
Dilansir dari laman resmi Pemkab Kukar, Bupati Edi Damansyah mempresentasikan dua desa secara bergantian. Edi memapatkan tentang inovasi Klik Me (Kelola Listrik Komunal) Desa Muara Enggelam.  Bupati menjelaskan Inovasi Klik Me Desa Muara Enggelam Kecamatan Muara Wis sejak 2014 dengan daya 30 KWp pada 2020 meningkat mencapai 40,1 KWp dan pada 2022 menjadi 43,5 KWp, dengan sistem pengelolaan dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat atau BUMdes Bersinar Desaku dengan aturan pengelolaan penentuan tarif listrik dan pemasangan penagihan listrik, reward dan punishment.

“Ini adalah prioritas kami di Kabupaten Kukar karena ada beberapa desa dari 193 desa yang masuk dalam remote area, dimana listrik tidak bisa masuk kesana, solusinya melalui tenaga listrik komunal ini, keberadaan inovasi ini telah membawa dampak pada capaian ratio elektrifikasi mencapai 100 persen, kemudian dapat dinikmati masyarakat 24 jam dengan biaya terjangkau dan meningkatkan perekonomian warga dengan membuka lapangan pekerjaan seperti adanya tv kabel berbayar, pasar desa, pengelolaan sarana air bersih, moulding, rumah wallet, menjadi role model serta masuk dalam program prioritas Terang Kampongku. Hal tersebut menjadi dasar tempat rujukan daerah lain untuk mempelajari pengelolaan listrik. Dampaknya sangat besar sekali dengan adanya Klik Me yang dulu usaha masyarakat tidak bisa berjalan terkendala listrik sekarang usaha masyarakat mulai tumbuh dan berkembang,” jelas Edi Damansyah.

 

Lebih lanjut kata Edi masyarakat juga ikut dilibatkan dalam control pengelolaan listrik tersebut, jika ada pencurian listrik silahkan untuk dilaporkan dan rewardnya akan dirahasiakan identitas pelapor dan mendapat voucer gratis sebulan pembayaran listrik. Ada beberapa desa selanjutnya dibuat pembangunan PLTS komunal seperti Desa Sepatin, Desa Enggelam (Ketibeh) dan Desa Enggelam (Emboyong).”Dengan keberadaan Klik Me ini di Desa Enggelam mendorong menjadi Desa Wisata saat ini menjadi potensi desa,” ujarnya. (Adv)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan