Mediaetam.com, Samarinda – Pola hidup masyarakat Samarinda masih menjadi persoalan serius, seperti masih saja membuang sampah sembarangan ke sungai.
Menurut Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Samarinda selama 83 hari pemasangan jaring tangkap sampah yang di sebar empat titik jembatan terkumpul kurang lebih 19,36 ton sampah.

Hal ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Klati Ananda Emira Moeis yang berasal dari daerah pemilihan Kota Samarinda. Menurut Nanda Sapaan akrabnya, perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
“Yang pasti kita harus terus mensosialisasikan dulu ke masyarakat terkait pola hidup sehat, agar masyarakat sadar, jadi kalau mereka mengerti pasti pola hidupnya juga akan berubah,” ucap Nanda pada saat di wawancarai setelah melakukan Sosper pada Senin malam, 24/05/2021.
Lanjut Nanda, kita harus memberi pengertian kepada masyarakat mengenai dampak yang akan terjadi jika kebiasaan buruk mereka tidak berubah, seperti pengaruhnya bukan pada saat ini saja akan tetapi pengaruhnya akan sampai ke generasi selanjutnya.
Selain itu menurut Nanda perlu adanya trobosan yang visioner dari stakeholder agar sampah bisa di daur ulang menjadi energi yang terbarukan.
“Mungkin kalau bisa pembuatan pembangkit listrik tenaga sampah, kan itu bahan utama sampah,” ucap Nanda.
Di akhir Nanda juga kembali mengajak masyarakat untuk bersama – sama mengambil peran menjaga lingkungan agar lebih nyaman dan asri untuk ditempati.(Idham).








