Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, memberikan penghargaan kepada 30 desa yang mencapai status Desa Mandiri dan 20 desa dengan transaksi non tunai tertinggi pada tahun 2023. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Apel Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XXI Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara, yang diselenggarakan di Lapangan Bola Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut.
Dalam pidatonya, Edi Damansyah menyampaikan apresiasinya kepada para kepala desa yang telah berhasil membawa desanya mencapai prestasi tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat para kepala desa untuk terus bersinergi dengan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di wilayah masing-masing.
“Ini merupakan salah satu komitmen kepala desa untuk pembangunan di wilayahnya, ini juga salah satu bukti keterlibatan masyarakat baik melalui kelembagaan maupun secara personal,” ujar Edi.
Edi juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam mempertahankan status Desa Mandiri. Ia meminta kepada desa-desa yang telah meraih predikat tersebut untuk terus berbenah dan melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang ada di wilayah mereka.
“Untuk desa-desa yang belum mencapai kategori Mandiri, saya minta kepada kepala desa agar berkomitmen untuk menjalankan amanah masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa,” tambahnya. Edi optimis, dengan komitmen dan konsistensi, pembangunan di tingkat desa akan berjalan dengan baik dan tujuan akhir untuk memakmurkan masyarakat dapat terwujud.
Dalam era digitalisasi saat ini, Edi menekankan bahwa transparansi dan rekam jejak pemerintahan desa menjadi sangat penting. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kepala desa untuk semangat dan berkomitmen dalam menjalankan amanah masyarakat dengan baik.
Adapun 30 desa yang mendapatkan penghargaan sebagai Desa Mandiri tahun 2023 antara lain adalah Desa Anggana, Desa Sidomulyo, Desa Hambau, Desa Loa Sakoh, Desa Long Beleh Modang, Desa Muai, Desa Perdana, Desa Pulau Pinang, Desa Kahala, Desa Jonggon Jaya, Desa Muara Kaman Ilir, Desa Muara Kaman Ulu, Desa Sabintulung, Desa Sidomukti, Desa Jantur Baru, Desa Kayu Batu, Desa Muara Leka, Desa Pulau Harapan, Desa Rebaq Dinding, Desa Lebaq Mantan, Desa Muara Wis, Desa Giri Agung, Desa Mekar Jaya, Desa Sebulu Ilir, Desa Sebulu Modern, Desa Sebulu Ulu, Desa Bulit Pariaman, Desa Karang Tunggal, Desa Loa Lepu, dan Desa Loa Pari.
Sementara itu, desa-desa yang meraih penghargaan atas transaksi non tunai tertinggi tahun 2023 meliputi Desa Kupang Baru, Desa Tunjungan, Desa Gunung Sari, Desa Tabang Lama, Desa Umaq Dian, Desa Giri Agung, Desa Muara Tuboq, Desa Tukung Ritan, Desa Buluk Sen, Desa Muara Kebaq, Desa Umaq Tukung, Desa Menintang, Desa Sepatin, Desa Kota Bangun II, Desa Kota Bangun I, Desa Long Beleh Modang, Desa Wonosari, Desa Jantur Selatan, Desa Sebemban, dan Desa Lebak Cilong.
Acara ini dihadiri oleh para kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat setempat yang turut merayakan pencapaian desa-desa tersebut. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan semakin banyak desa di Kabupaten Kutai Kartanegara yang termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.








