Dosen Unmul Menilai Video Viral Edy Mulyadi Membuat Kacau Perdebatan Akademis

SAMARINDA – Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah, menilai video viral Edy Mulyadi membuat perdebatan akademis soal ibu kota negara (IKN) menjadi berantakan.

“Sekarang justru bergeser ke sentimen identitas primordial. Kelompok oligarki itu pasti tertawa terbahak-bahak, lapak bisnis IKN aman. Mereka yang berpesta pora, rakyat yang dibiarkan berkonflik. Keterlaluan,” ungkap Castro, sapaannya, Selasa, 25 Januari 2022.

Ada tiga catatan dari Castro soal dampak dari kontroversi Edy Mulyadi.

Pertama, kata dia, soal video viral.
“Itu pertanda basis argumentasi EM ini sangat lemah, sehingga cenderung liar dengan memasukkan uraian yang tidak perlu macam jin buang anak, kuntilanak, genderowo, dan lain sebagainya itu,” kata Castro.

Dosen Unmul Herdiansyah Hamzah. (ist)

Padahal menurutnya, jika ingin dikuliti secara serius, argumentasi mengenai penolakan IKN ini cukup memadai. Walhasil, perdebatan akademis mengenai IKN ini justru berbelok ke sentimen identitas primordial.

Kedua, soal reaksi. Respon banyak pihak terkait video itu bisa dimaklumi menurutnya.
“Tapi sulit saya pahami jika dibandingkan dengan reaksi terhadap perampasan tanah adat yang dilakukan oleh korporasi selama ini. Begitu banyak tanah adat yang dirampas, tapi respon publik minim. Mulai dari konflik lahan di long isun, bentian, long bentuq, dan lainnya,” kata Castro.

“Bagi saya, perampasan tanah adat ini adalah bentuk penghinaan terbesar terhadap masyarakat kaltim. Itu yang mestinya kita lawan dengan solidaritas,” lanjutnya.

“Ketiga, terlepas dari framing atau bukan. Yang pasti video viral ini telah mengalihkan isu dan perdebatan akademis mengenai IKN,” jelas Castro.

Menurutnya, situasi ini jelas menguntungkan kelompok oligarki, lapak bisnis IKN mereka jalan terus, warga yang berkonflik.

“Saya sih berharap perdebatan mengenai IKN ini dikembalikan ke jalurnya secara akademis,” kata Castro. (Maulana)

Bagikan:

About The Author