DPMD Kukar Perkuat Peran Pendamping Desa sebagai Motor Pembangunan

Tenggarong– Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melalui DPMD terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berperan dalam pemberdayaan di tingkat desa. Salah satu langkahnya yakni dengan mengirimkan perwakilan pendamping desa untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Keluarga Desa Kategori Mandiri dan Produktif (KDKMP) Tahun 2025 di Samarinda.

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, dari 27 hingga 30 Oktober 2025, merupakan program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Kegiatan ini diikuti oleh pendamping dari berbagai kabupaten di Kalimantan Timur, termasuk peserta dari Kukar.

Bacaan Lainnya

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menuturkan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk mencetak pendamping desa yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat.

“Pendamping harus mampu menjadi motor penggerak, bukan sekadar penghubung antara pemerintah dan masyarakat desa,” tegas Arianto, kemarin.

Ia menjelaskan, peserta pelatihan dibekali dengan materi yang mencakup perencanaan partisipatif, pengembangan potensi ekonomi lokal, hingga strategi pemberdayaan berbasis masyarakat. Kompetensi ini, katanya, sangat dibutuhkan agar pembangunan desa tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

“Pembangunan desa sekarang menuntut inovasi. Pendamping harus memahami kondisi sosial dan potensi lokal agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” tutur Arianto.

Selain memperkuat kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya keterampilan komunikasi sosial dan pendekatan partisipatif. Dengan cara itu, perencanaan pembangunan dapat disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

Arianto menambahkan, DPMD Kukar berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas pelatihan sejenis di masa mendatang, demi membentuk ekosistem pendamping desa yang tangguh dan relevan dengan tantangan zaman.

“Kita ingin seluruh pendamping di Kukar bisa menjadi ujung tombak dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Bagikan:

Pos terkait