Fasilitas Komplet, 16 Kementerian akan Pindah ke IKN secara Bertahap Tahun Ini

IKN akan mulai beroperasi pada tahun 2026 dengan sejumlah kementerian menjalankan aktivitasnya di ibu kota baru. (Foto: Humas IKN)

NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, terus bersiap menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia. Sejumlah fasilitas pelayanan dasar disebut semakin lengkap untuk mendukung aktivitas aparatur sipil negara (ASN) yang akan dipindahkan mulai tahun ini.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN Troy Pantouw menegaskan kesiapan tersebut ketika ditanya mengenai kondisi terkini kawasan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara.

Bacaan Lainnya

“Fasilitas pelayanan dasar di IKN semakin lengkap, dan siap sambut pemindahan ASN degan rasa aman, nyaman, dan percaya diri menyongsong pusat pemerintahan baru Indonesia,” ujarnya, Selasa, mengutip dari Antara.

Menurutnya, pelayanan dasar merupakan hak konstitusional warga negara yang wajib disediakan pemerintah, termasuk bagi ASN dan keluarganya yang akan bermukim di IKN. Karena itu, Otorita IKN memastikan berbagai aspek pelayanan dasar terus dipercepat agar pemindahan ASN berjalan sesuai rencana.

Troy menyebut sebanyak 16 kementerian/lembaga negara dijadwalkan melakukan aktivitas rutin di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Aktivasi IKN sebagai pusat kerja pemerintahan ditargetkan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.

“Pelayanan dasar menjadi kunci agar ASN dapat pindah dan bekerja dengan tenang di IKN,” kata Troy.

Rumah Sakit, Sekolah, hingga Layanan Ibadah Disiapkan

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito menambahkan bahwa saat ini telah tersedia empat rumah sakit di KIPP IKN. Tiga di antaranya sudah beroperasi melayani masyarakat, yaitu Rumah Sakit Hermina Nusantara, Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dan Rumah Sakit Umum Pisah (RSUP) Kementrian Kesehatan.

“Selain itu, layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah tersedia di Rumah Sakit Hermina Nusantara dan Rumah Sakit Mayapada Nusantara. Layanan BPJamsostek untuk kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja juga telah dapat diakses di wilayah KIPP IKN,” jelas Suwito.

Di sektor pendidikan, Otorita IKN menyiapkan operasional sekolah terpadu di KIPP mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini hingga Sekolah Menengah Atas yang bakal mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027. Sejumlah lembaga seperti Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Garuda, sekolah terpadu Kementerian Agama, Nusantara Intercultural School, Australian Independent School Nusantara, Sekolah Islam Al-Azhar, Summarecon Nusantara, dan Sekolah Bina Bangsa Nusantara juga akan segera beroperasi.

Otorita IKN turut melakukan pendampingan mutu terhadap 43 sekolah yang telah beroperasi di wilayah KIPP sebagai bagian dari kesiapan ekosistem pendidikan.

Dari sisi keagamaan, Masjid Negara IKN dipersiapkan mulai operasional pada Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Otorita juga mengoordinasikan pelayanan ibadah di 12 masjid dan 37 musala di wilayah KIPP, baik di kawasan perkantoran, hunian pekerja konstruksi, maupun rumah susun, serta pelayanan ibadah bagi umat Kristiani.

“Dengan kesiapan fasilitas pelayanan dasar tersebut diharapkan menjadi faktor pendorong ASN, TNI, Polri, dan masyarakat untuk pindah ke IKN bersama keluarga,” pungkasnya.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait