HPI Kaltim Sebut TNK Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan Mancanegara

Ketua HPI Kalimantan Timur, Awang Jumri bersama wisatawan mancanegara (Foto: Awang Jumri).
Ketua HPI Kalimantan Timur, Awang Jumri bersama wisatawan mancanegara (Foto: Awang Jumri).

Samarinda- Salah satu destinasi wisata di Kalimantan Timur (Kaltim) yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara adalah Taman Nasional Kutai (TNK).

TNK yang terletak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kaltim itu kerap menjadi sasaran kunjungan wisatawan mancanegara setiap tahun.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Kalimantan Timur (HPI Kaltim), Awang Jumri menyebutkan bahwa, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke TNK selalu mengalami peningkatan, bahkan sejak awal Januari 2023.

Awang tak menyebutkan secara detail terkait jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke TNK setiap bulanya. Namun, jika mengacu pada minat wisatawan, sebagian besar memilih untuk berkunjung ke TNK.

“Semenjak awal Januari sampai sekarang pengunjung di TNK selalu penuh,” ungkap Awang Jumri kepada Mediaetam.com melalui sambungan telepon, Jumat (10/11/2023).

Menurut Awang Jumri, untuk mengetahui peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Kaltim maka, dapat dilihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi yang paling terkenal seperti TNK.

“Kalau saya menggambarkan bahwa, TNK itu sebagai jendela. Karena wisatawan mancanegara paling berminat untuk melihat orangutan, seperti yang ada di TNK,” kata Awang Jumri.

Akses serta sarana dan prasarana yang memadai juga menjadikan wisatawan mancanegara tak sulit untuk berkunjung ke TNK, bahkan jumlahnya selalu mengalami peningkatan.

“Jadi sebenarnya kalau ingin mengetahui peningkatan wisatawan yang berkunjung, bisa dilihat dari destinasi wisata yang sudah terkenal,” ujarnya.

Secara umum, destinasi wisata di Kaltim terdiri dari tiga jenis yakni, wisata alam , wisata budaya dan wisata buatan.

Awang Jumri menyebutkan bahwa, sebagian besar wisatawan mancanegara yang datang ke Kaltim memilih untuk berkunjung ke wisata alam dan wisata budaya.

“Kalau wisata alam itu seperti orangutan, pesut. Sedangkan wisata budaya seperti tari-tarian tradisional. Kalau wisata buatan kan seperti kolam renang, taman lampion garden,” ujarnya. (Iswanto/Adv).

Bagikan:

Pos terkait