ILeague Pantau Aksi Teror Oknum Suporter ke Madura United, Borneo FC Terancam Kena Sanksi

Ilustrasi bendera ILeague di Stadion Segiri Samarinda. (BFCS)

Ketika pemain dan tim pelatih sedang tegang menanti hari pertandingan melawan Madura United. Manajemen Borneo FC dibuat waswas menanti keputusan ILeague terkait aksi teror yang dilakukan sejumlah pendukung ke bus yang memuat pemain dan ofisial Madura United di Samarinda. ILeague sudah memonitori kejadian ini, potensi adanya sanksi untuk Pesut Etam kini terbuka lebar.

Aksi penghadangan bus disertai sorakan, penyalaan flare, dan poster tak terpuji pada Kamis malam kemarin, kini berbuntut panjang. Borneo FC melalui manajernya Dandri Dauri, telah menjatuhkan sanksi larangan hadir ke stadion hingga waktu yang belum ditentukan pada para pelaku teror.

Bacaan Lainnya

Dandri sendiri mengutuk keras aksi tersebut. Menurutnya itu bukan cara mengekspresikan dukungan yang benar. Pun jauh dari esensi perang urat syarat alias psy war – karena sudah sampai mengganggu pemain dan ofisial secara fisik.

Hal itu ia katakan saat menggelar siaran langsung di akun pribadinya, Jumat malam.

Borneo FC Rawan Kena Sanksi

Meski tidak ada keterlibatan Borneo FC secara langsung pada aksi tersebut. Namun mereka tetap riskan terhadap potensi sanksi yang akan dijatuhkan Komdis PSSI. Karena Pesut Etam sedang bertindak sebagai tuan rumah, yang melalui Panitia  Pelaksana Pertandingan, wajib menjaga keamanan tim tamu selama berada di Samarinda.

“Beberapa saat setelah kejadian itu, banyak orang DM saya untuk menanyakan. Orang PSSI dan PT Liga (ILeague) juga menanyakan kronologinya.”

“Dari kepolisian juga sempat menelepon untuk mencari tahu identitas pelaku.”

“Saya kaget dan sempat bingung, karena memang tidak tahu menahu soal kejadian itu,” ceritanya.

Dari situ, barulah ia turun tangan mencari informasi valid terkait aksi gangguan pada tim tamu tersebut. Ia juga sudah berbicara dengan sejumlah orang, termasuk dari komunitas yang menaungi terduga pelaku aksi teror, dan memberi teguran keras beserta sanksi secara lisan.

Ketika ditanya soal potensi sanksi untuk Borneo FC, Dandri secara tegas menjawab, “Potensi sanksi pasti ada lah.”

Ya, kemungkinan adanya sanksi memang terbuka lebar. Yang paling ringan adalah teguran untuk tim, khususnya panitia pelaksana pertandingan Borneo FC. Kemudian denda, hingga yang paling berat adalah denda beserta larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton. Tergantung bagaimana hasil verifikasi dari ILeague maupun Komdis PSSI.

“Itu yang membuat saya marah dan kecewa. Mereka berbuat atas kemauan sendiri, tanpa memikirkan tim, pemain, suporter lain, hingga nama baik daerah,” ungkapnya.

“Seandainya Madura United langsung pulang setelah mendapat gangguan, saya tidak bisa bayangkan potensi sanksinya sebesar apa,” imbuhnya.

Terkait proses verifikasi yang dilakukan ILeague, Dandri mengaku akan kooperatif.

Jangan Ada Lagi

Nasi sudah menjadi bubur, tak ada yang bisa dilakukan Borneo FC untuk membuat aksi itu seolah tidak pernah terjadi. Kini meraka hanya pasrah menunggu kepastian dari ILeague –mendapatkan sanksi atau tidak.

Namun Dandri berbicara tegas kepada pendukung tim, meminta hal seperti ini jangan ada lagi.

“Ini harus menjadi pelajaran untuk kita semua. Ke depan jangan ada lagi. Bertindaklah yang wajar dalam mendukung.”

“Samarinda ini dikenal damai, jangan rusak citra itu.”

“Kami di klub juga bekerja sangat keras untuk mencari prestasi. Saat ini posisi kita lagi bagus, kok bisa-bisanya dirusak oleh kejadian semacam ini,” ujarnya sambil mendengus kesal.

Borneo FC Samarinda sendiri akan menghadapi Madura United pada Sabtu hari ini, jam 8 malam. Pesut Etam mengincar kemenangan untuk memperpanjang rekor win streak sekaligus tetap menjaga jarak poin di puncak klasemen. Sementara Laskar Sape Kerab juga membutuhkan poin untuk menjauh dari zona degradasi, yang kini masih berjarak 5 poin saja. (has)

Bagikan:

Pos terkait