Investasi Puluhan Triliun dari Swasta di IKN, Kejar Tenggat pada Agustus 2024

acara goundbreaking di IKN (Humas Badan Otorita IKN)
acara goundbreaking di IKN (Humas Badan Otorita IKN)

IKN – Investasi swasta senilai Rp 20 Triliun sudah masuk di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sepuluh investor besar juga tak mau ketinggalan, mencoba cari cuan di IKN.

Pada Kamis (21/9) presiden Joko Widodo, menghadiri groundbreaking Perdana Oleh Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara pada Kamis (21/09/2023).  Selain presiden, menteri-menteri di Kabinet Indonesia Maju, Kepala dan Wakil Kepala OIKN, Gubernur Kalimantan Timur, dan para investor turut menghadiri.

Para pelaku usaha yang melakukan Groundbreaking Konsorsium Nusantara sebanyak sepuluh investor yang dipimpin oleh Agung Sedayu Group. Sepuluh investor tersebut antara lain; Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulauintan, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, dan Alfamart group. Selain investor itu, terdapat juga beberapa investor yang turut terlibat di dalam proses pembangunan di sektor perhotelan, shopping mall, rumah sakit, pendidikan, dan perkantoran seperti Pakuan, Mariott, Jambuluwuk, Vasanta, Hermina, dan Jakarta Intercurltural School.

Kepala OIKN, Bambang Susantono di dalam pidatonya menyebutkan “Konsorsium ini beranggotakan sepuluh perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap terbangunnya IKN, bukan saja sebagai kota yang layak huni (livable city), namun juga sebagai kota yang dicintai (lovable city).”

Urgensi pembangunan Ibu Kota Nusantara juga dibahas melalui acara ini. Urgensi tersebut disoroti dari beberapa sudut pandang di antaranya seperti dari aspek kepadatan penduduk, aspek ekonomi, dan aspek kebencanaan. Khusus untuk aspek kepadatan penduduk dalam pidato Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo disampaikan “Penduduk Indonesia 56 persen itu berada di Pulau Jawa berarti kurang lebih 149 juta ada di Jawa”.

Pulau Jawa menjadi magnet dari negara kita Indonesia, utamanya ke Jakarta. Oleh karena itu, harus mengurangi beban itu. Jika dahulu jawa sentris, maka pemerintah berusaha mengubahnya menjadi Indonesia sentris. Sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan jumlah penduduk.

Selanjutnya, terkait dengan durasi pembangunan Hotel Nusantara, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia menginginkan segera terbangun.

“Bagaimana caranya hotel harus jadi sebelum atau Agustus,” kata dia di pidatonya.

Mengingat, pemerintah telah merencanakan bulan Agustus 2024 kawasan IKN dapat digunakan sebagai tempat melakukan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagikan:

Pos terkait