Isran Noor Seriusi Kesehatan Psikis Anak-Anak Kaltim

Isran Noor saat memberi sambutan di pelantikan pengurus IDAI Kaltim 2021—2024.
Isran Noor saat memberi sambutan di pelantikan pengurus IDAI Kaltim 2021—2024. (Hudais TP/Pemprov Kaltim)

Balikpapan – Gubernur Kaltim, Isran Noor, memberi perhatian serius terhadap kesehatan anak. Bukan hanya secara fisik, melainkan juga secara psikis atau kejiwaan.

Keberadaan dokter anak pun menjadi begitu krusial untuk memastikan tumbung kembang anak sehat secara jasmani dan rohani.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan Isran Noor saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kalimantan Timur masa bakti Tahun 2021-2024. Dilangsungkan di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Minggu, 6 Februari 2022.

“Semoga nanti pengembangan penanganan dan pelayanan kesehatan pada anak, tidak hanya persoalan medisnya, tapi mungkin faktor psikologis anak-anak,” sebut Gubernur Kaltim, Isran Noor, dalam kesempatan tersebut.

Isran Noor saat memberi sambutan di pelantikan pengurus IDAI Kaltim 2021—2024.
Isran Noor saat memberi sambutan di pelantikan pengurus IDAI Kaltim 2021—2024. (Hudais TP/Pemprov Kaltim)

Menurut Gubernur, kesehatan anak menjadi begitu penting di Kaltim karena pembentukan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mengambil tempat di sebagian wilayahnya. Dan memastikan tumbuh kembang anak ideal secara medis, memerlukan kehadiran dokter-dokter anak yang terampil.

“Nah itu sangat penting. Sebab, kalau tidak dari saat ini, maka kita akan jauh tertinggal,” tegasnya.

Isran Noor mengakui tidak sedikit persoalan dihadapi anak-anak seiring perkembangan dan kemajuan jaman. Keadaan itu harus mampu dijawab dengan kemajuan teknologi bidang kedokteran, khususnya bagi kesehatan fisik dan jiwa anak-anak.

Kemajuan zaman pastilah membawa ikutan atau dampak positif maupun negatif bagi manusia, terutama anak-anak. Bisa saja secara medis, anak-anak baik-baik saja atau sehat, tapi siapa bisa jamin mereka tidak mengalami permasalahan psikologis.

“Nantinya, penyakit itu bukan hanya penyakit medis karena genetik (turunan), tapi juga penyakit yang berkaitan dengan psikologi anak-anak,” ungkapnya.

Karena itu, keberadaan IDAI di Kaltim harus benar-benar ikut dan siap menghadapi perkembangan dan tuntutan masyarakat.

“Kelak Kaltim tidak saja mampu mencetak generasi yang terampil dan kompetensi di berbagai bidang, tetapi generasi yang sehat jiwa dan raganya,” imbuh orang nomor satu Benua Etam ini.

Merespons pernyataan Isran Noor, Ketua IDAI Cabang Kaltim, dr Diane Meitha Supit, menyebutkan bahwa faktor psikologi anak-anak ditangani dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial.

“Di Kaltim kita sudah punya 2 konsultannya. Satu orang di Sangatta dan satunya di RSUD AW Syahranie Samarinda,” sebut Diane. (adv/kmf/bby)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan