Ketua DPRD Kukar Inginkan Proses Seleksi Direksi BUMD Objektif dan Transparan

Kukar – Pemerintah Daerah (Pemda) Kutai Kartanegara (Kukar) akan segera mengisi posisi anggota Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Mahakam dan anggota Dewan Pengawas Perusda Tunggang Parangan. Dan Direktur Utama Perusda Tunggang Parangan. Yang sebentar lagi akan ditinggalkan. Untuk masa jabatan 5 tahun mendatang.

Proses seleksi sendiri pun dibuka semenjak 16 Agustus 2921 hingga 31 Agustus 2021 mendatang. Nantinya posisi lowong ini dipersiapkan untuk kalangan independen, juga dari kalangan unsur pejabat pemerintahan Pemda Kukar sendiri.

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid. (Ist)

Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid, menegaskan jika proses seleksi harus dilakukan secara objektif. Dengan tujuan menyaring dan mendapatkan orang-orang yang benar cocok dan pas dibidangnya. Disamping juga mempertimbangkan skill dan pengetahuannya. Sehingga memang visi misi yang diamanatkan kepada kedua perusda tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Saya yakin ini akan memberikan efek yang positif bagi Perusda itu sendiri,” jelas Rasid belum lama ini.

Para calon yang mendaftar pun diharapkan oleh Rasid bisa benar-benar memaham apa tujuan perusda ini dibangun. Sehingga harus benar-benar selektif dalam proses perekrutannya. Karena demikian kata Rasid, harus belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya.

Jangan sampai merekrut orang yang tak berkompeten di bidangnya. Yang pada akhirnya tidak menghasilkan income atau pendapatan besar bagi daerah. Apalagi tujuannya perusda sebagai wadah mendapatkan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Masa Perusda kalah dengan BUMDes Sungai Payang yang setahun bisa mendapatkan penghasilan miliaran rupiah. Itu mereka peroleh untuk kegiatan BUMDes saja,” lanjut Rasid lagi.

Perusda dengan jangkauan yang luas tentunya bisa menghasilkan lebih besar daripada BUMDes. Tentunya menjadi perhatian bersama bagaimana caranya kedepan orang yang dipilih memiliki kompetensi tersebut.

“Saya mengharapkan kalau memang itu dilaksanakan maka laksanakanlah secara objektif. Mempertimbangkan orang yang akan menduduki posisi dan harus transparan jangan ada titip-titipan,” harap Rasid.

“Karena sektor-sektor kan cukup besar, tinggal bagaimana mengolah potensi dan manajemen dalam mengatur perusda itu sendiri,” pupus Rasid.

Share:
Tags:

About The Author