Ketua DPRD Kukar Tanggapi Kenaikan UMK Kukar 2022

Kukar – Pemerintah Daerah (Pemda) Kukar secara resmi sudah menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kukar untuk tahun 2022. Sebesar Rp 3.199.654,80, naik sekitar 0,63 persen dari UMK tahun 2021 sebesar Rp. 3.179.673,00. Angka ini berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan Daerah, didalamnya ada unsur serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan akademisi.

Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid

Dijelaskan jika kenaikan yang tidak sampai 1 persen dirasa masih sangat kurang. Melihat kondisi masyarakat yang ada di Kukar saat ini.

Pastinya nominal yang disepakati ini tentunya sudah melalui tahapan dan pertimbangan-pertimbangan yang matang.

“Terpenting tidak memberatkan pelaku usaha dan masih layak nilai upah untuk karyawan, apalagi kita masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19,” terang Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid.

Meski nominal kenaikan yang kecil, atau sejumlah Rp 20 ribuan saja. Diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi para pekerja yang ada di Kukar.

Bagaimana mampu meningkatkan kinerja dari para pekerja kemudian bisa memaksimalkan potensi para pekerja yang ada di Kukar.

Hasil kesepakatan tersebut telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

Juga formula perhitungan UMK Kutai Kartanegara mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, tentang pengupahan sesuai dengan data perekonomian dan ketenagakerjaan yang ada di Kukar. (Adv)

Share:

About The Author