Komisi II DPRD Kaltim Dorong Pemprov Terus Gali Potensi Peningkatan PAD

Ketua komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nidya Listiyono (Foto Iswanto, Mediaetam.com).
Ketua komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nidya Listiyono (Foto Iswanto, Mediaetam.com).

Samarinda- Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Nidya Listiono mendorong Pemprov Kaltim untuk terus mencari upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim.

DPRD, kata Politikus Partai Golkar ini tentunya akan terus menggali potensi dari beberapa sektor.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni akan digali potensi pendapatan dari sektor pajak dan retribusi daerah.

Selain itu, peran pihak ketiga dalam kerjasama juga turut memberikan andil yang besar bagi peningkatan PAD. Untuk itu, perlu upaya memaksimalkan kinerja seluruh Perusahaan Daerah (Perusda) yang bekerja sama dengan pihak ketiga yang ada di Kaltim.

Terkait hal tersebut, Nidya Listiono menekankan agar pihak yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, untuk dapat dievaluasi dan di skrining terkait dengan tingkat keuntungan yang diberikan.

Jangan sampai, kata Listiyono, Perusda justru tidak memberikan keuntungan bagi PAD Kaltim malah dipertahankan keberadaannya.

“Maksud saya, Pemerintah harus segera menindaklanjuti ini, jangan terus-terus dibiarkan,” kata Tio sapaan akrabnya.

Menurut Tio, kerja sama pihak Perusda dan pihak ketiga haruslah benar-benar menguntungkan. Tidak boleh ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.

Untuk itu, ia meminta kepada Pemprov Kaltim untuk dapat mengevaluasi semua Perusda dan pihak yang melakukan kerjasama untuk bekerja secara maksimal demi peningkatan PAD Kaltim.

“Kalau ada kerjasama yang merugikan, ngapain kita kerjasama. Pemerintah harus turun dong kalau sudah seperti itu. Intervensi pihak kerja sama yang justru tidak memberikan PAD Kaltim keuntungan,” ujar Tio.

Legislator Dapil Samarinda ini menargetkan jika Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim di tahun 2024 mendatang berada di angka yang lebih tinggi lagi. Sebanyak Rp 20 Triliun telah dikunci untuk APBD 2024 mendatang.

Bahkan, kata Tio, total Rp 30 Triliun pun masih bisa didapatkan.

“Sekarang kan APBD kita lagi naik, tahun depan kita minimal Rp 20 Triliun. Apakah bisa sampai Rp 30 Triliun, ya pasti bisa,” imbuhnya.

Karena itu, upaya-upaya kerja serius harus terus dilakukan agar PAD Kaltim mengalami peningkatan, sehingga efek yang didapat juga bermanfaat lebih banyak bagi masyarakat Kaltim.

“Pada intinya saya peduli dengan Perusda yang prospektif terhadap peningkatan PAD. Makanya kita terus kejar Bapenda, Perusda, Pajak,” terangnya Tio. (Iswanto).

Bagikan:

Pos terkait