Melawan Tambang dengan Festival Buah Lai di Desa Batuah

.Wabup Kukar, Rendi Solihin saat berkunjung ke Desa Batuah. (Dok: Prokom Kukar)
Wabup Kukar, Rendi Solihin saat berkunjung ke Desa Batuah. (Dok: Prokom Kukar)

Mediaetam.com, Kukar – Wakil Bupati (Wabup) Kukar, Rendi Solihin berencana  mengangkat keberadaan buah Lai menjadi sebuah kearifan lokal. Sehingga, menarik minat wisatawan berkunjung. Dia pun sudah mengunjungi Desa Wisata Benua Lai (Dewi Belai) yang ada di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan.

“Pada 9 Juli nanti akan diselenggarakan Festival Buah Lai. Selain menarik minat wisatawan, juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Loa Janan,” ucap Wabup Kukar Rendi Solihin.

Bacaan Lainnya

Dia mengungkap Festival Buah Lai merupakan festival pertama kali yang diselenggarakan di Desa tersebut. Jika berhasil, tahun depan memungkinkan untuk memecahkan rekor MURI.Wabup Kukar, Rendi Solihin saat berkunjung ke Desa Batuah. (Dok: Prokom Kukar)

Diketahui, lokasi wisata Dewi Belai ini sudah berdiri selama 30 tahun.Hj Nani adalah pemiliknya. Luas kebunnya terhitung 10 hektare dengan 300 pohon lai. Untuk biaya masuk, sementara ini tidak dipungut biaya atau masih gratis. 

Sementara itu, Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid mengaku masyarakat dan pemerintah desa ingin mempertahankan keberadaan buah lai di desa mereka. Sebab, wilayah Desa Batuah kini dikepung oleh tambang.

“Dengan adanya Desa Wisata Buah Lai di Desa Batuah maka kita bisa mempertahankan kelestarian buah asli Kalimantan ini,” sebutnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, akses jalan menuju wisata ini harus diperbaiki. Jadi, wisatawan yang berkunjung maupun masyarakat sekitar bisa merasa nyaman.

“Alhamdulillah direspons positif oleh Pemkab Kukar. Rencananya, akses jalan wisata menuju kebun lai di Desa Batuah akan direalisasikan melalui APBD perubahan 2023,” tuturnya. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait