MenKopUKM Ungkap Strategi 30 Juta UMKM Go Digital

Ilustrasi UMKM [kulonprogokab]

Mediaetam.com, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan terdapat 20,76 juta UMKM sudah merambah ke digital selama tahun 2022 dari target 30 juta di tahun 2024.

Dua tahun ke depan, Teten mengatakan terdapat sejumlah strategi yang akan diadakan supaya target itu bisa tercapai.

Bacaan Lainnya

“Perlu strategi tepat bagaimana menyasar para pelaku UMKM di secondary city yang sekarang belum bisa mengakses marketplace digital,” tuturnya pada acara Refleksi 2022 & Outlook 2023 KemenkopUKM yang berlokasi di Jakarta Selatan, Senin (26/12/2022).

Strategi tepat tersebut terwujud dari kerja sama dengan berbagai pihak pada pengembangan platform atau aplikasi digital yang lebih cocok untuk para pelaku UMKM.

Pada evaluasi KemenKopUKM, mereka mengatakan banyak usaha mikro yang tak dapat bertahan melakukan penjualan di marketplace dalam skala nasional dikarenakan kapasitas produksi mereka yang terbatas.

Oleh sebab itu, dia mengadakan kegiatan Pahlawan Digital UMKM. Teten berharap ajang ini bisa menelurkan start-up digital sebagai agregator untuk para pelaku UMKM agar dapat terjun ke platform digital.

“Kami sudah lakukan Pahlawan Digital dua kali. Melalui itu, sebenarnya kami sedang memotivasi dan memberikan reward kepada anak-anak muda yang mengembangkan aplikasi-aplikasi digital yang lebih kecil, dalam skala lokal atau captive market tertentu,” katanya.

Teten menuturkan dampak yang muncul bisa memberi kesempatan untuk usaha mikro melakukan penjualan secara online, walaupun kapasitas produksi mereka yang terbatas.

Strategi selanjutnya yaitu pembentukan Project Management Officer (PMO) Transformasi Digital UMKM.

Tugas PMO yaitu melakukan penyusunan road map dan rencana integrasi digitalisasi internal/eksternal.

Selanjutnya, dashboard integrasi dengan SIDT serta pengembangan UMKM dengan basis digitalisasi teknologi web 3.0.

Pemerintah juga sedang mengadakan evaluasi sejumlah kebijakan untuk membatasi produk-produk impor yang masuk ke pasar digital Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta mereka agar memberikan perlindungan kepada pelaku UMKM dan industri dalam negeri.

“Saat ini Presiden sudah kasih arahan ke kami supaya ada pembatasan. Agar produk luar tidak mengganggu marketplace,” ucap Teten.

Upaya tersebut diadakan melalui usulan revisi Permendag Nomor 50 tahun 2020, tentang pembatasan dari sisi harga terhadap produk yang diimpor.

Usulan tersebut masih ditahap diskusi. Jika usulan revisi tersebut diterima, produk yang dibolehkan untuk diimpor tak akan memukul harga yang ditetapkan oleh UMKM.

“Itu saya kira akan sangat signifikan. Kalau kita sudah bisa, ngapain kita mengimpor produk yang bisa diproduksi dalam negeri,” kata Teten.

Langkah berikutnya yaitu pembatasan retail online.

Teten menuturkan saat ini retail online dapat langsung melakukan penjualan produk dari luar negeri meskipun tidak memenuhi standar SNI maupun izin BPOM.

“Kami bukan mau melarang mereka jualan di sini, tapi kami ingin ada aturan yang sama,” tutur Teten.

Nantinya, Teten akan meminta retail online agar ditutup. Jika ingin melakukan penjualan di Indonesia, maka terlebih dulu harus membuka perusahaan di Indonesia.

 

Sumber : Menteri Teten Beberkan Strategi Agar 30 Juta UMKM Go Digital Pada 2024

 

Editor : Eny Lestiani

Bagikan:

Pos terkait