SAMARINDA – Kalimantan Timur punya pekerjaan rumah memenuhi hunian layak untuk seluruh masyarakat. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS Kaltim), pada 2021, ada 6,47 persen rumah tangga di Kaltim yang belum punya jamban sendiri. Serta masih ada 11,22 persen rumah yang belum punya jamban dengan septik tank (SPAL).
Pemprov Kaltim menargetkan 1 juta rumah layak huni. Dengan kontribusi pemerintah dan perusahan swasta.
Hingga akhir 2022, realisasi pembangunan RLH ini telah mencapai 77,82 persen. Dengan rincian kumulatif sejak 2019 hingga 2022 telah dilakukan rehabilitasi sebanyak 19.151 unit rumah, 172 rumah susun (rusun) dan pembangunan 131 RLH.
Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, jika program ini berjalan lancar, kemiskinan bakal turun. Angkanya, dari 6 persen bisa jadi di bawah 3 persen.
“Karena salah satu indikator dalam penentuan kemiskinan adalah kondisi rumah yang tidak layak,” jelasnya seperti dilansir dari laman humas Pemprov Kaltim.
Isran Noor juga mengatakan sangat senang kepada para perusahaan yang mengeluarkan CSR nya. Apa lagi dapat membantu pemerintah dengan membangun RLH kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurut orang nomor satu di Kaltim, dana CSR itu merupakan hal wajib.
Sebelumnya pada April lalu, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rachmad menerangkan, pemerintah provinsi berkomitmen menyelesaikan target pembangunan RLH pada tahun 2023. Sebelum masa kepemimpinan Gubernur Kaltim, Isran Noor resmi berakhir.
“Kita kejar lagi 2023. Apalagi komitmen perusahaan juga mendukung. Rp 16,9 miliar sudah terkumpul. Total uang CSR sebanyak 18,9 miliar,” terang Ujang.








