Tenggarong – Pemerintah Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengajukan sejumlah usulan penting dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) demi memperkuat infrastruktur pertanian dan mendukung ekonomi masyarakat desa.
Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa masih banyak kebutuhan yang belum terpenuhi, sehingga pihaknya mengajukan cukup banyak permohonan pembangunan.
“Dalam musrenbang saya banyak ajukan usulan, karena di masa kepemimpinan saya yang baru menjabat dua tahun sangat banyak sekali kegiatan yang belum terjamah di desa saya,” kata Yusuf belum lama ini.
Beberapa hal yang diusulkan di antaranya pembangunan gang, jalan lingkungan, jalan usaha tani, irigasi, serta berbagai fasilitas pendukung pertanian lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Yusuf menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir pembangunan desa berjalan cukup baik dan terus mengalami peningkatan.
“Sudah ada beberapa kegiatan yang masuk di tahun 2023 dan 2024, dan alhamdulillah tahun ini juga meningkat kembali kegiatan di sini,” terangnya.
Ia menyebutkan, dukungan dari pemerintah daerah, terutama dari Dinas Pertanian dan instansi teknis lainnya, sangat dibutuhkan agar pembangunan infrastruktur desa bisa terus dilanjutkan.
“Salah satu yang sedang berjalan saat ini adalah proyek irigasi yang sudah masuk dari Dinas Pekerjaan Umum (PU),” jelasnya.
Selain itu, pihak desa juga tengah melaksanakan proyek jalan usaha tani dan irigasi yang difasilitasi melalui konsultan dari Dinas Pertanian Kukar. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan akses petani ke lahan mereka.
Tak hanya itu, Yusuf juga menekankan pentingnya normalisasi Sungai Mangkurawang yang mengalami pendangkalan dan sering mengakibatkan banjir di lahan pertanian.
“Dua tahun ini sudah dilakukan normalisasi Sungai Mangkrawang. Karena saat sungai dangkal dan banjir, petani dari Kelompok Tani Kejawi Permai tidak bisa menanam,” jelas Yusuf.
Menurutnya, pendangkalan sungai menyebabkan air meluap ke sawah, sehingga merugikan petani dan menyebabkan gagal panen.
Ia pun bersyukur karena program normalisasi sungai Mangkurawang kembali dilanjutkan tahun ini oleh Dinas PU.
“Alhamdulillah, ini sudah mulai mengurangi banjir dan di tahun ini masuk lagi kegiatan dari Dinas PU tentang normalisasi Sungai Mangkurawang,” pungkasnya.








